Becak Siantar, Kendaraan Rakyat yang Penuh Cerita

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Becak Siantar merupakan salah satu jenis becak yang dikenal dengan desainnya yang unik dan fungsinya yang praktis. Bentuknya khas, becak ini sering kali menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mengangkut barang atau sebagai sarana transportasi sehari-hari.
Kelebihan becak Siantar terletak pada kemampuannya untuk menavigasi jalan-jalan sempit dengan mudah, menjadikannya pilihan yang efisien di berbagai kondisi.
Meskipun sederhana, becak ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi maupun sosial.
Sejarah Becak Siantar
Mengutip dari djkn.kemenkeu.go.id, becak Siantar merupakan salah satu ikon transportasi tradisional yang unik dari Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Berbeda dengan becak pada umumnya yang dikayuh menggunakan tenaga manusia, Becak Siantar menggunakan sepeda motor klasik buatan Inggris dari merek Birmingham Small Arms (BSA) sebagai penggeraknya.
Motor BSA ini dulunya merupakan kendaraan militer tentara Inggris pada masa Perang Dunia II, yang kemudian dimodifikasi menjadi becak motor oleh masyarakat setempat setelah ditinggalkan pasca-kemerdekaan.
Ciri khas utama dari Becak Siantar adalah desain bodinya yang kokoh, suara mesin yang berat dan berkarakter, serta posisi tempat duduk penumpang yang berada di samping pengemudi, bukan di depan seperti becak motor di daerah lain.
Kombinasi antara fungsi transportasi dan nilai sejarah membuat Becak Siantar memiliki daya tarik tersendiri, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
Becak ini bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol kebudayaan dan identitas masyarakat Pematang Siantar. Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah setempat membangun Tugu Becak di pusat kota.
Bahkan, sebuah unit Becak Siantar dipajang di Bandara Internasional Kualanamu sebagai bentuk promosi budaya dan daya tarik wisata.
Seiring perkembangan zaman dan bertambahnya kendaraan modern, jumlah Becak Siantar mulai berkurang. Meski demikian, keberadaan becak ini masih dilestarikan oleh sebagian warga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi.
Banyak komunitas dan pecinta otomotif klasik juga turut serta dalam menjaga keberlanjutannya.
Itulah penjelasan mengenai becak Siantar, kendaraan rakyat yang penuh cerita.
Dengan segala keunikan dan sejarah panjangnya, Becak Siantar tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga cermin dari perjalanan sejarah dan semangat kearifan lokal masyarakat Pematang Siantar.
Baca Juga: Koto Gadang: Sejarah, Letak Geografis, dan Keindahannya
