Bentuk-Bentuk Kebijakan Embargo Ekonomi yang Pernah Diterapkan di Dunia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk-bentuk kebijakan embargo ekonomi yang pernah diterapkan di dunia adalah larangan kegiatan ekspor impor produk terhadap suatu negara. Kebijakan tersebut dapat terjadi karena berbagai macam faktor, baik itu faktor yang bersifat ekonomis maupun nonekonomis.
Faktor yang tidak bersifat ekonomis itu dapat meliputi masalah politik, lingkungan, terorisme, dan sejenisnya. Jadi, meskipun embargo mencakup kegiatan ekonomi (ekspor impor), latar belakang kebijakan tersebut tidak selalu berkaitan dengan ekonomi.
Selintas tentang Embargo Ekonomi
Secara singkat, embargo memiliki makna sebagai penyitaan atau larangan. Salah satu jenis embargo yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia adalah embargo ekonomi.
Dikutip dari buku Hector and The Search for Happiness karya Lelord (2015: 99), embargo adalah ketika sebuah negara tidak diizinkan untuk melakukan transaksi jual beli barang dengan negara lain.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat diketahui bahwa embargo ekonomi merupakan kebijakan yang melarang terjadinya transaksi jual beli antarnegara, termasuk kegiatan ekspor impor.
Bentuk-Bentuk Kebijakan Embargo Ekonomi
Setelah menyimak selintas tentang pengertian embargo ekonomi, berikut bentuk-bentuk kebijakan embargo ekonomi. Secara umum, bentuk dari kebijakan embargo ekonomi terdiri dari dua jenis, yakni:
Larangan impor; dan/atau
Larangan ekspor.
Dikutip dari buku Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil karya Zimmerer, dkk. (2009: 391), embargo adalah larangan total terhadap impor produk-produk tertentu. Larangan tersebut pernah dilakukan oleh Amerika Serikat.
Dikutip dari buku yang sama, Zimmerer, dkk. (2009: 391), Amerika Serikat melakukan embargo terhadap berbagai produk dari negara-negara yang dianggapnya negatif, termasuk di antaranya Kuba, Iran, Irak, dan Korea Utara.
Kondisi tersebut menjelaskan bahwa tidak semua kebijakan embargo ekonomi bersifat ekonomis. Hal itu dapat terjadi karena embargo bisa saja memiliki latar belakang lain, misalnya isu perbedaan politis, masalah lingkungan, terorisme, dan masalah lainnya.
Demikian dapat diketahui bahwa, secara umum, bentuk-bentuk kebijakan embargo ekonomi meliputi larangan ekspor atau impor. Larangan tersebut dapat dilatarbelakangi oleh hal-hal yang bersifat ekonomis dan juga tidak, misalnya isu politik. (AA)
