Bentuk Pergerakan Putri Mardika sebagai Organisasi Keputrian

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Putri Mardika adalah organisasi pergerakan perempuan yang telah berdiri pada 1912. Bentuk pergerakan Putri Mardika sendiri berkaitan dengan perbaikan kehidupan perempuan di Indonesia.
Sari dalam Organisasi Wanito Oetomo: Kedudukan dan Peran dalam Pergerakan Nasional di Yogyakarta Tahun 1921-1943 mengungkapkan bahwa Putri Mardika adalah organisasi perempuan tertua dan termasuk sebagai bagian dari Budi Utomo.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bentuk pergerakan Putri Mardika, baca artikel ini sampai selesai.
Latar Belakang Putri Mardika
Putri Mardika adalah organisasi pergerakan perempuan pertama di Indonesia dan berdiri pada 1912. Organisasi ini berlokasi di Jakarta.
Latar belakang berdirinya Putri Mardika sendiri didasarkan pada kesadaran masyarakat mengenai pemberdayaan perempuan. Hal itulah yang akhirnya memicu pendirian organisasi Putri Mardika.
Organisasi ini adalah bagian dari Budi Utomo. Tujuan pendirian organisasi Putri Mardika, yaitu untuk membantu memperbaiki status sosial serta kedudukan perempuan di masyarakat.
Adapun tokoh pelopor Putri Mardika adalah R. R. Rukmini, Joyopranoto, R.A. Sutinah, P.A. Subarudin, serta Sadikun Tondokusumo.
Organisasi Putri Mardika akhirnya berakhir pada 1920 karena kekurangan dana dalam pemberian beasiswa pendidikan.
Tujuan Putri Mardika
Putri Mardika sendiri mempunyai sejumlah tujuan. Adapun tujuan Putri Mardika, antara lain.
Membimbing para perempuan bumiputra agar bisa menempuh pendidikan tinggi.
Meningkatkan kesejahteraan hidup para perempuan Indonesia.
Melakukan pemberdayaan perempuan.
Memperjuangkan kesejahteraan gender dan status sosial atau kedudukan para perempuan.
Bentuk Pergerakan Putri Mardika
Untuk mencapai tujuannya, Putri Mardika melakukan sejumlah kegiatan. Adapun beberapa bentuk pergerakan Putri Mardika adalah.
Memperjuangkan pendidikan dengan memberikan beasiswa untuk para pelajar.
Menerbitkan majalah berjudul Putri Mardika. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan seputar gagasan perempuan berdikari.
Memberikan kursus atau pelatihan kepada para perempuan agar bisa menjadi bidan sehingga perempuan dapat membantu proses persalinan ibu hamil.
Menyebarkan pemikiran perempuan dalam bentuk pidato mengenai kesetaraan gender agar masyarakat sadar akan pentingnya kedudukan perempuan di masyarakat.
Memberikan pemberdayaan kepada perempuan agar menjadi ibu yang baik.
Demikian penjelasan mengenai latar belakang, tujuan, hingga bentuk pergerakan Putri Mardika. [ENF]
