Bentuk Perjuangan Jong Islamieten Bond dan Sejarahnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu bentuk perjuangan Jong Islamieten Bond sebagai organisasi pemuda Islam adalah menerbitkan majalah yang bernama An-Nur. Jong Islamieten Bond mengedarkan majalah tersebut pada bulan Maret 1925.
Keberadaan majalah An-Nur atau Het Licht bukan tanpa sebab. Keputusan tersebut merupakan bentuk usaha memperjuangkan ajaran Islam yang semula tidak dibenarkan pada masa Jong Java.
Sejarah Terbentuknya Jong Islamieten Bond
Jong Islamieten Bond merupakan salah satu organisasi pemuda Islam yang pernah ada di Indonesia. Nama tokoh yang mendirikan organisasi tersebut adalah R. Samsoeridjal.
Layaknya sebuah organisasi, Jong Islamieten Bond juga mempunyai latar belakang dalam pendiriannya. Salah satu hal yang melatarbelakangi terbentuknya Jong Islamieten Bond adalah realitas diskriminatif serta sikap kurang aspiratif.
Mengutip dari buku Simpul Sejarah karya Adilaga (2017: 3), terjadi perpecahan dalam tubuh Tri Koro Dharmo-Jong Java, organisasi pemuda dari Boedi Oetomo. Hal itu terjadi karena Jong Java tidak membenarkan adanya acara diskusi tentang Islam.
Namun, di sisi lain, dibenarkan jika yang didiskusikan agama non-Islam dan teosofi, terutama ajaran Kedjawen. Selain hal itu, Jong Java tidak membenarkan anggotanya ikut aktif dalam gerakan politik, padahal Kebangkitan Kesadaran Nasional Indonesia sedang gegap gempita.
Mengutip dari buku yang sama, Adilaga (2017: 4), Menurut Hadji Agoes Salim, Jong Java yang semata-mata mendasarkan Djawa Raja memiliki tujuan untuk menjauhkan pemuda terpelajar dari agama Islam dan politik.
Berdasarkan kondisi tersebut, Hadji Agoes Salim menasihatkan R. Samsoeridjal keluar. Kemudian, R. Samsoeridjal mendirikan Jong Islamieten Bond pada tanggal 5 Jumadil Akhir 1343 H (Kamis Pon, 1 Januari 1925 M).
Bentuk Perjuangan Jong Islamieten Bond
Setelah mengetahui sejarah terbentuknya Jong Islamieten Bond, sekarang adalah saat untuk mengenal bentuk perjuangan Jong Islamieten Bond (JIB). Terlahir akibat terjadinya diskriminasi serta sikap kurang aspiratif, membuat JIB melakukan sejumlah perjuangan.
Salah satu bentuk perjuangan JIB, yaitu menerbitkan sebuah majalah dan mengedarkannya secara umum. Majalah tersebut bernama An-Nur atau Het Licht yang beredar secara umum pada bulan Maret 1925.
Selain menerbitkan majalah, bentuk perjuangan JIB yang lainnya, yaitu:
Mengadakan kursus dan ceramah tentang agama Islam.
Mengadakan kegiatan kepanduan dan kewanitaan, seperti memperjuangkan masalah kewanitaan dalam forum nasional, mendidik pemuda muslim untuk menjadi kader dengan berlandaskan Islam yang kuat.
Demikian dapat dipahami bahwa bentuk perjuangan Jong Islamieten Bond merujuk pada pendidikan serta keagamaan. Oleh karena itu, tidak heran jika kegiatannya banyak meliputi dua bidang tersebut, baik itu pendidikan maupun agama. (AA)
