Konten dari Pengguna

Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam, sumber foto: unsplash.com/Eugenia Clara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam, sumber foto: unsplash.com/Eugenia Clara

Sejak masa bercocok tanam, sebenarnya umat manusia telah menganut sistem kepercayaan. Namun, sistem kepercayaan yang dianut berbeda dengan keyakinan agama seperti sekarang ini.

Ada beberapa bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam, yakni animisme dan dinamisme.

Mari simak pembahasan tentang bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam dalam ulasan di bawah ini.

Mengenal Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam

Ilustrasi bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam, sumber foto: unsplash.com/Afif Ramdhasuma

Dikutip dari buku Sejarah untuk SMA/MA Kelas X karya J. Sumardianta dkk. (Grasindo), masa bercocok tanam merupakan masa di mana manusia sudah mulai meninggalkan pola hidup yang berpindah-pindah.

Manusia purba kala itu mulai mencoba untuk bercocok tanam dan memelihara hewan. Di mana mereka telah mengenal adanya ladang, tanah persawahan, dan juga peternakan.

Selain itu, manusia purba juga sudah mulai membuat berbagai alat untuk bercocok tanam.

Pada masa ini manusia juga sudah mengenal sistem kepercayaan, yakni animisme dan dinamisme.

Berikut adalah penjelasan mengenai bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam.

1. Animisme

Animisme berasal dari bahasa Latin anima, yang berarti nyawa, jiwa, atau roh.

Jadi, kepercayaan animisme adalah kepercayaan bahwa semua yang bergerak dianggap hidup serta memiliki roh yang berwatak baik ataupun buruk.

Kepercayaan animisme yang dianut oleh manusia purba pada masa bercocok tanam juga meyakini bahwa roh orang yang sudah meninggal dunia itu bisa masuk ke dalam tubuh hewan. Maka dari itu, Animisme juga bisa disebut sebagai kepercayaan manusia terhadap roh leluhur.

Contoh masyarakat yang menganut animisme adalah suku Dayak di Kalimantan. Mereka percaya bahwa roh leluhur mereka tinggal di dalam rumah panjang (betang) dan harus dihormati dengan cara memberikan sesaji seperti beras kuning atau telur ayam.

2. Dinamisme

Dinamisme berasal dari bahasa Yunani dunamos, yang berarti kekuatan atau daya. Dinamisme adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa ada kekuatan gaib yang bersemayam di dalam benda-benda tertentu seperti batu, kayu, gunung, sungai, atau binatang.

Benda-benda ini dianggap sakral dan harus dijaga serta diperlakukan dengan hormat oleh manusia.

Masyarakat yang menganut dinamisme biasanya memiliki benda pusaka atau keramat yang diyakini memiliki kekuatan gaib dan bisa memberikan perlindungan atau kesejahteraan bagi pemiliknya.

Contoh masyarakat yang menganut dinamisme adalah suku Baduy di Banten. Mereka percaya bahwa ada kekuatan gaib yang bersemayam di dalam gunung Kendeng yang merupakan tempat suci bagi mereka.

Baca juga: Fungsi Kapak Genggam sebagai Alat Peninggalan Zaman Batu

Itulah penjelasan mengenai bentuk sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam. Di mana hanya ada dua kepercayaan, yaitu animisme dan dinamisme. (WWN)