Biografi Dewi Sartika yang Dikenal sebagai Tokoh Pejuang Pendidikan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi Dewi Sartika adalah salah satu pengetahuan yang penting untuk dipelajari, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, Dewi Sartika merupakan salah satu dari pahlawan perempuan Indonesia yang berjasa untuk memperjuangkan pendidikan perempuan di Indonesia.
Biografi Dewi Sartika
Mengutip dari dalam buku berjudul Inspirasi Pahlawan Indonesia: Dewi Sartika, Perintis Pendidikan Perempuan, yang disusun oleh Hafidz Muftisany (2023: 41), Dewi Sartika adalah seorang pahlawan perempuan Indonesia yang dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi kaum perempuan.
Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884, di Bandung, tepatnya di Cicalengka, Jawa Barat. Dewi Sartika lahir dari keluarga bangsawan, sebab ayahnya, Raden Somanagara yang merupakan seorang bangsawan dari keluarga Cianjur.
Dewi Sartika memulai pendidikannya di Sekolah Rakyat yang didirikan oleh ayahnya. Dewi Sartika dijuluki sebagai pahlawan pendidikan perempuan sebab ia bersama sederet tokoh perempuan lainnya seperti R.A Kartini bersama-sama membangun sekolah untuk perempuan yang berlokasi di Bandung.
Sekolah tersebut kemudian dikenal dengan nama Sekolah Isteri atau Sekolah Kautsar pada tahun 1904. Sekolah Isteri ini merupakan sekolah pertama yang dibangun khusus untuk perempuan. Sekolah ini juga dikelola oleh perempuan di Indonesia.
Tujuan utama berdirinya Sekolah Isteri adalah memberikan pendidikan bagi perempuan agar dapat memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk membantu suami dan keluarga.
Contoh keterampilan yang diajarkan dalam Sekolah Istri atau Sekolah Perempuan ini antara lain membaca, menulis, menjahit, merenda, menyulam, dan belajar pendidikan agama. Sekolah Istri ini kemudian terus berkembang menjadi besar dan namanya berubah menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan) pada 1912.
Selama berjuang mengembangkan pendidikan perempuan, Dewi Sartika didukung oleh suami yang dinikahinya pada tahun Raden Kanduruan Agah Suriawinata pada tahun 1906. Suaminya adalah seorang guru.
Di samping itu, Dewi Sartika juga merupakan salah satu anggota aktif dari organisasi Boedi Oetomo, yang merupakan organisasi yang dibentuk para intelektual pada tahun 1908. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk memperjuangkan kesetaraan hak masyarakat di Indonesia.
Dewi Sartika juga terlibat aktif dalam berbagai gerakan dan organisasi sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu korban bencana alam dan memberikan bantuan bagi anak-anak yatim piatu pada saat itu.
Demikian pembahasan mengenai biografi Dewi Sartika beserta kontribusinya dalam memajukan pendidikan perempuan di Indonesia. Semoga bermanfaat. (DAP)
