Biografi Ratu Kalinyamat dan Perjuangannya Melawan Portugis

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi Ratu Kalinyamat merupakan kisah tentang seorang tokoh perempuan hebat dari Jepara yang dikenal karena kepemimpinan dan keberaniannya di medan perang.
Ia adalah sosok yang tidak hanya mengandalkan kekuasaan, tetapi juga keteguhan hati dalam memperjuangkan kedaulatan wilayahnya.
Dalam sejarah Nusantara, namanya tercatat sebagai ratu yang berani menantang penjajahan Portugis di abad ke-16, sebuah tindakan luar biasa di tengah dominasi kekuatan kolonial Eropa pada masa itu.
Biografi Ratu Kalinyamat dan Perjuangannya Melawan Portugis
Dikutip dari artikel ilmiah "Ratu Kalinyamat Penguasa Wanita Jepara Tahun 1549-1579" , Ratu Kalinyamat yang bernama asli Ratna Kencana, merupakan penguasa Jepara yang berkuasa sekitar tahun 1549 hingga 1579 setelah suami dan kakaknya wafat dalam konflik perebutan tahta Demak.
Sebagai putri Sultan Trenggana dari Demak, ia mewarisi legitimasi politik kuat yang membantunya memimpin wilayah pesisir utara Jawa dengan tegas, adil, dan visioner.
Di masa pemerintahannya, Jepara berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan pelayaran. Sistem commenda diimplementasikan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan memperkuat armada laut.
Jepara bahkan menjalin aliansi strategis dengan kerajaan pesisir lain seperti Johor, Aceh, dan Hitu, guna menghadapi ancaman kolonial Portugis yang mengancam pengaruh Islam dan jalur rempah Nusantara.
Ratu Kalinyamat diketahui turut berjuang melawan Portugis dalam beberapa ekspedisi besar. Pada 1550, misalnya, ia mengirim 4.000 tentara dan 40 kapal untuk membantu Sultan Johor merebut kembali Malaka.
Meskipun serangan ini gagal dan menelan banyak korban, pengiriman tersebut menunjukkan kepemimpinan dan keberaniannya yang luar biasa. Kemudian, pada 1565 ia membantu Hitu (Ambon) menentang Portugis.
Puncaknya terjadi ketika Aceh meminta bantuan pada 1573–1574, lalu Ratu Kalinyamat mengerahkan sekitar 15.000 prajurit via 300 kapal dalam serangan besar ke Malaka yang dipimpin Laksamana Ki Demang.
Meskipun kembali mengalami kekalahan, pasukan Jepara berhasil menunjukkan daya juang tinggi. Jumlah prajurit yang kembali hanya sekitar sepertiga dari yang diberangkatkan.
Perjuangan dan strategi Ratu Kalinyamat diakui jurnalis sejarah dan akademisi, bahkan dalam seminar internasional yang digelar oleh UIN Sunan Kalijaga.
Seminar tersebut menekankan bahwa Ratu Kalinyamat merupakan sosok anti-kolonialisme abad ke‑16 yang nyata, berdasar kronik, catatan perjalanan, dan dokumen Portugis abad ke-16 sebagai sumber primer.
Meskipun banyak mitos melingkupi kisahnya, fakta-fakta historis menegaskan bahwa Ratu Kalinyamat adalah penguasa berani dan visioner.
Pada 10 November 2023, presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo resmi menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat, sebagai pengakuan atas jasa dan semangat juangnya dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. (Yolan)
Baca juga: Biografi Pamusuk Eneste yang Menginspirasi Banyak Orang
