Biografi Singkat Bapak Pendidikan Indonesia yang Menarik Disimak

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
16 Februari 2024 22:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi buatlah biografi singkat bapak pendidikan indonesia. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buatlah biografi singkat bapak pendidikan indonesia. Sumber: pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ki Hajar Dewantara identik dengan sebutan Bapak Pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, biografi singkat bapak pendidikan Indonesia menarik untuk disimak.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, begitu besar jasa dan peran Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Pada artikel ini, akan dijelaskan biografi singkat bapak pendidikan Indonesia.

Biografi Singkat Bapak Pendidikan Indonesia

Ilustrasi buatlah biografi singkat bapak pendidikan indonesia. Sumber: pixabay
Ki Hajar Dewantara nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau lahir di Pakualaman, Hindia Belanda, 2 Mei 1889, dan mengenyam Pendidikan Europeesche Lagere School (ELS).
ELS merupakan sekolah dasar yang didirikan Belanda. Sekolah ini dikhususkan untuk anak dari Eropa dan para keturunan bangsawan.
Setelahnya beliau melanjutkan pendidikan ke School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen (STOVIA) atau sekolah Kedokteran di Jawa dan tidak selesai karena alasan kesehatan.
Ki Hajar Dewantara yang gagal menjadi dokter, kemudian menjadi seorang jurnalis. Lewat profesinya tersebut, Ki Hajar Dewantara menuangkan berbagai gagasan kritisnya yang berisi kritik pemerintahan Belanda.
ADVERTISEMENT
Tulisannya juga dikenal komunikatif dan persuasif di berbagai surat kabar dan majalah, seperti Sediotomo, de Express, Oetoesan Hindia, Midden Java, Tjahaja Timoer, Kaoem Moeda, dan Poesara.
Ki Hajar Dewantara juga aktif melakukan beberapa pergerakan, contohnya aktif di organisasi Boedi Oetomo yang mulai berdiri pada 1908 menjadi seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia.
Karena salah satu tulisan kritiknya pada pemerintahan Belanda, beliau sempat menjalani pengasingan. Pangkal dari pengasingan tersebut adalah tulisannya yang berjudul Als ik een Nederlander was atau Andai Aku Seorang Belanda.
Tulisan tersebut dimuat di surat kabar De Expres pimpinan DD, 13 Juli 1913.
Saat masa pengasingan, semangat Ki Hajar Dewantara untuk terus memajukan pendidikan Indonesia tidak pernah padam. Beliau kemudian memperdalam pengetahuannya mengenai pendidikan. Ki Hajar Dewantara berhasil mendapatkan ijazah Europeesche Akta.
ADVERTISEMENT
Ki Hajar Dewantara kembali ke Indonesia pada 1919 dan tidak lama kemudian mendirikan Taman Siswa. Lalu beliau memperkenalkan konsep pendidikan yang dia gagas dikenal sebagai sebuah semboyan sebagai berikut:
Ki Hajar Dewantara wafat di Yogyakarta tanggal 26 April 1959. Di tanggal 28 Desember 1959, Presiden Soekarno mengukuhkannya sebagai pahlawan Nasional.
Karena tekadnya memajukan dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara mendapat sebutan Bapak Pendidikan Indonesia.
Demikian penjelasan biografi singkat bapak pendidikan Indonesia. (ARH)