CAFTA: Pengertian dan Dampaknya Bagi Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu CAFTA? CAFTA adalah perjanjian multilateral yang bertujuan mewujudkan kawasan perdagangan bebas antara ASEAN dan China.
Dikutip dari buku Kewarganegaraan 2 oleh Chotib dkk., kerja sama regional atau multilateral merupakan kerja sama antara suatu negara dengan beberapa negara sekitarnya atau negara-negara di dunia yang sifatnya umum atau terbuka.
Simak penjelasan mengenai pengertian CAFTA beserta dampaknya bagi Indonesia dalam ulasan di bawah ini.
Apa Itu CAFTA?
CAFTA atau China Asean Free Trade Area merupakan perjanjian multilateral dengan tujuan mewujudkan kawasan perdagangan bebas antara China dengan negara-negara ASEAN.
Awal mula berdirinya CAFTA adalah keinginan China dan negara-negaea ASEAN untuk bekerja sama dalam perdagangan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka.
Setelah perjanjian China-Asean Free Trade Area ditandatangani dalam KTT ASEAN di Filipina pada 2007, akhirnya CAFTA secara resmi terbentuk.
Terdapat 7 negara anggota pada awal pembentukan CAFTA yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Cina, dan Thailand. Hingga pada 2012, 5 negara lain pun turut bergabung, yaitu Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Brunei Darussalam.
Tujuan Pembentukan CAFTA
CAFTA mempunyai beberapa tujuan dalam pembentukannya, antara lain:
Liberasi perdagangan barang maupun jasa
Meningkatkan daya saing pasar industri
Meningkatkan kerjavsama perdagangan, ekonomi, serta investasi di antara negara-negara anggota
Diciptakannya sistem transparansi perdagangan supaya mempermudah pengawasan
Selain itu, CAFTA juga mempunyai beberapa program utama yang dijalankan untuk mencapai tujuan, yakni:
Menerapkan sistem perdagangan bebas
Mempermudah peraturan serta ketentuan investasi
Melaksanakan konferensi rutin untuk negara-negara anggota
Meningkatkan akses pasar barang dan jasa
Dampak CAFTA Bagi Indonesia
Bergabungnya Indonesia dalam CAFTA sejak 2010 telah memberi sejumlah dampak bagi nusantara, baik dampak positif maupun negatif, sebagai berikut:
Dihapusnya bea cukai berdampak pada turunnya harga produk barang maupun jasa
Semakin luasnya pasar ekspor komoditas Indonesia
Kuantitas dan kualitas produk maupun jasa semakin meningkat
Terancamnya eksistensi industri dalam negeri
Terancamnya produk imperialisme Cina di Indonesia
Terjadi eksploitasi besar-besaran sumber daya alam di Indonesia
Demikian pembahasan mengenai apa itu CAFTA beserta dan dampaknya bagi Indonesia. (LAU)
