Konten dari Pengguna

Cara Hidup Manusia Purba dengan Mengumpulkan Makanan yang Jarang Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Hidup Manusia Purba. Pexels/Walter Sanchez Martinez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Hidup Manusia Purba. Pexels/Walter Sanchez Martinez

Sebelum mengenal sistem pertanian dan peternakan, manusia purba menjalani hidup dengan cara yang sangat sederhana. salah satunya adalah cara hidup manusia purba dengan mengumpulkan makanan langsung dari alam.

Dikutip dari Ambarnis, Annisa’a. (2022), Corak Kehidupan Masyarakat Dunia pada Masa Transisi Revolusi Neolitik dalam Perspektif Ekologis Berdasarkan Kajian Buku Clive Ponting, Jurnal Pendidikan dan Konseling, 12637, aktivitas mengumpulkan makanan dikenal dengan istilah food gathering, atau tahap awal dalam perkembangan peradaban manusia.

Meskipun terkesan primitif, cara hidup ini menunjukkan kemampuan adaptasi dan kecerdikan manusia dalam bertahan hidup di lingkungan liar.

Cara Hidup Manusia Purba dengan Mengumpulkan Makanan yang Jarang Diketahui

Ilustrasi Cara Hidup Manusia Purba. Pexels/Antonio Friedemann

Berikut adalah cara hidup manusia purba dengan mengumpulkan makanan yang jarang diketahui dan menarik dipelajari.

1. Mengumpulkan Umbi Liar dan Buah-Buahan

Manusia purba hidup berpindah-pindah atau nomaden dan bergantung sepenuhnya dengan alam. Manusia purba mengumpulkan buah-buahan liar, biji-bijian, daun muda, serta umbi-umbian yang ditemukan di hutan.

Tumbuhan yang dikumpulkan seperti keladi, pisang hutan, dan buah buni sebagai sumber karbohidrat dan vitamin.

Menariknya, manusia purba memiliki pengetahuan tentang tanaman yang bisa dimakan dan yang beracun, meskipun di zaman itu belum ada ilmu botani.

Pengetahuan ini diwariskan dengan lisan dari generasi ke generasi. Manusia purba juga sering mencicipi tanaman dalam jumlah kecil, untuk memastikan keamanannya.

2. Mengumpulkan Telur, Serangga, dan Madu Hutan

Selain umbi dan buah, manusia purba juga mengumpulkan sumber protein dari alam. Contohnya: serangga (belalang dan ulat), telur burung liar, dan madu hutan.

Aktivitas ini dilakukan dengan cermat dan berhati-hati, terutama saat mengambil madu dari sarang lebah di pepohonan yang tinggi.

Mengumpulkan makanan seperti ini menggambarkan bahwa manusia purba sudah memahami nilai gizi, dan kebutuhan energi dari berbagai jenis makanan.

Serangga dan telur menjadi pelengkap asupan protein yang tidak selalu tersedia dari hewan hasil buruan.

3. Mengumpulkan Kerang dan Hewan Air di Pesisir

Di wilayah pesisir atau dekat sungai, manusia purba mengumpulkan kerang, siput air, ikan kecil, dan rumput laut.

Manusia purba menggunakan alat sederhana seperti batu tajam atau tongkat untuk menangkap ikan di perairan yang dangkal. Tempurung kerang yang ditemukan di situs purbakala adalah bukti aktivitas ini.

Sisa-sisa kerang dan tulang ikan yang ditemukan di gua-gua purba adalah bukti bahwa teknik mengumpulkan makanan ini sudah ada sejak zaman Paleolitikum.

Cara hidup manusia purba dengan mengumpulkan makanan menggambarkan kedekatan dengan alam dan kemampuan adaptasi. Cara ini adalah fondasi penting dalam evolusi manusia menuju tahap berburu, bertani, dan peradaban. (Win)

Baca Juga: 8 Cara Manusia Purba Mendapatkan Api untuk Bertahan Hidup