Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi beserta Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan serta struktur manusia secara keseluruhan. Ciri-ciri ilmu Sosiologi, antara lain empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis.
Dalam artikel ini, kita akan membahas ciri ilmu Sosiologi lebih lengkap untuk memahami pentingnya Sosiologi dalam kehidupan. Simak penjelasannya di bawah ini.
Ciri-Ciri Ilmu Sosiologi dan Contohnya
Sosiologi merupakan kata dari bahasa Latin, yakni socius berarti kawan atau teman dan logos berarti ilmu pengetahuan. Artinya, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan struktur masyarakat.
Dikutip dari situs Salem State, mempelajari Sosiologi dapat memberikan pemahaman tentang perbedaan sosial, seperti perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat 2 peristiwa besar yang melatarbelakangi lahirnya Sosiologi, yakni Revolusi Industri dan Revolusi Prancis. Keduanya membuat Bapak Sosiologi Dunia, August Comte, mempelajari perubahan sosial, masalah yang timbul, hingga cara untuk menyelesaikannya.
Ilmu Sosiologi sendiri memiliki beberapa ciri, yakni empiris, teoritis, kumulatif, dan non etis. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
1. Empiris
Ciri pertama dari Sosiologi, yaitu bersifat empiris. Empiris sendiri merupakan salah satu karakteristik yang pasti ada dalam ilmu pengetahuan, baik alam maupun sosial.
Arti dari Sosiologi bersifat empiris adalah ilmu yang diperoleh berdasarkan fakta, observasi mendalam, sesuai akal sehat, hingga tidak menghasilkan sesuatu yang bersifat spekulatif.
Adapun contoh dari Sosiologi bersifat empiris, yaitu ilmuwan yang ingin melakukan penelitian tentang polusi di Jakarta maka harus didasarkan dengan fakta.
2. Teoritis
Selain empiris, ilmu Sosiologi juga bersifat teoritis. Artinya, Sosiologi menjadi ilmu pengetahuan yang selalu menyusun kesimpulan berdasarkan hasil observasi dan fakta. Hasil observasi inilah yang digunakan sebagai penjelasan hubungan sebab-akibat.
Contoh dari teoritis adalah teori Sosiologi tentang feminisme, fungsionalisme, pelabelan, hingga pembelajaran sosial.
3. Kumulatif
Sosiologi bersifat kumulatif artinya telah disusun menggunakan dasar teori yang telah ada sebelumnya, lalu diperbaiki dan diperluas untuk memperkuat teori terdahulu.
Artinya, teori dalam Sosiologi telah diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh pihak lain sehingga bersifat objektif. Contoh dari kumulatif sendiri, yaitu pemahaman masyarakat mengenai teori evolusi.
4. Non Etis
Ciri terakhir adalah Sosiologi bersifat non etis, yakni pembahasan masalah dalam Sosiologi tidak pernah memperdebatkan baik atau buruknya.
Namun, lebih berfokus pada penjelasan mendalam tentang bagaimana permasalahan tersebut bisa terjadi di lingkungan masyarakat serta cara untuk menyelesaikannya.
Contoh dari non etis sendiri adalah analisis terhadap penduduk yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat Covid 19.
