Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Imperialisme Kuno dan Latar Belakangnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Imperialisme Kuno. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Imperialisme Kuno. Sumber: Unsplash

Terdapat berbagai ciri-ciri imperialisme kuno yang menarik untuk dibahas karena memberi banyak dampak berarti.

Dikutip dari buku RPUL untuk SMP oleh Puspa Swara, imperialisme merupakan kebijakan suatu negara besar untuk memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa berkembang.

Lantas, bagaimana latar belakang serta ciri-ciri dari imperialisme kuno?

Ciri-Ciri Imperialisme Kuno

Ilustrasi Ciri-Ciri Imperialisme Kuno. Sumber: Unsplash

Imperialisme berasal dari kata "imperare" dalam bahasa Latin yang mempunyai arti "memerintah".

Imperialisme dapat diartikan sebagai sistem politik yang bertujuan menguasai dunia bagi kepentingan negara dengan melakukan penjajahan maupun menanamkan pengaruh pada segala aspek kehidupan di wilayah jajahan.

Imperialisme mempunyai tiga jenis, yaitu imperialisme kuno, imperialisme modern, dan imperialisme ultamodern.

Adapun ciri dari imperialisme kuno adalah sebagai berikut:

  • Berlangsung pada zaman kuno hingga Revolusi Industri.

  • Menekan perluasan wilayah melalui penaklukan.

  • Diterapkan oleh Spanyol atau Portugis.

  • Mempunyai tujuan 3G, yaitu gold, glory, dan gospel.

  • Menjamin perdagangan pada tanah yang diduduki.

  • Melakukan penaklukan pada negara dan bangsa.

  • Hanya mengambil dari tanah jajahan.

Latar Belakang Imperialisme Kuno

Berikut ini latar belakang dari munculnya sistem politik imperialisme kuno:

1. Jatuhnya Konstantinopel

Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani menjadi salah satu latar belakang terjadinya imperialisme kuno di Indonesia. Mulanya, Konstantinopel adalah pusat perdagangan rempah-rempah Eropa dengan akses yang terbuka lebar.

Namun, sejak Konstantinopel jatuh ke Turki Utsmani, akses tersebut ditutup sehingga harga rempah-rempah melonjak naik. Akibatnya, bangsa Eropa berusaha mencari sumber rempah-rempah yang baru dan menemukan Indonesia.

2. 3G

Bangsa Eropa tidak hanya ingin menemukan rempah-rempah, tetapi juga ingin mencapai tujuan 3G, yaitu gold, glory, dan gospel. Gold adalah harta, glory adalah kekuasaan, dan gospel adalah penyebaran agama.

3. Tulisan Marco Polo

Latar belakang imperialisme kuno berikutnya adalah tulisan Marco Polo yang merupakan pedagang asal Venesia, Italia yang sudah menjelajahi Bumi. Kisah perjalanannya dituang dalam buku yang beredar di Eropa.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai ciri-ciri imperialisme kuno beserta latar belakangnya.(LAU)