Ciri-Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia yang Unik dan Menarik

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perkembangan arsitektur masjid. Berbeda dengan arsitektur masjid modern, terdapat ciri khas masjid kuno di Indonesia sebagai warisan sejarah yang unik dan menarik.
Mengutip buku Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia, Abdul Baqir Zein (1999: 237), banyak masjid peninggalan para ulama yang hingga kini masih digunakan dan menjadi objek wisata. Diantaranya yaitu, masjid Al-Aqsha di Kudus dan masjid Jami’ Rembang di Rembang.
Ciri-Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia
Masjid-masjid kuno di Indonesia menggambarkan cara Islam beradaptasi dengan budaya lokal dan kearifan arsitektur tradisional. Berikut adalah beberapa ciri khas masjid kuno di Indonesia yang masih dapat ditemui hingga saat ini.
1. Atap Masjid Tumpang
Masjid kuno umumnya memiliki struktur bangunan berbentuk bujur atau persegi dengan atap tumpang, yang semakin mengecil ke bagian atas. Atap ini biasanya terdiri dari tiga hingga lima tingkat, seperti yang terlihat pada Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus.
2. Tidak Memiliki Kubah
Masjid kuno di Indonesia umumnya tidak memiliki kubah seperti yang terlihat pada masjid-masjid di Timur Tengah. Penggunaan kubah dalam arsitektur masjid di Indonesia mulai diperkenalkan setelah pengaruh arsitektur Islam global semakin meningkat.
3. Adanya Serambi atau Pendopo
Di bagian depan masjid kuno biasanya terdapat serambi atau pendopo yang berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi jamaah sebelum dan sesudah sholat. Serambi ini sering kali terbuka dan tanpa dinding, menciptakan suasana yang sejuk.
Pendopo ini mencerminkan pengaruh arsitektur Jawa kuno, di mana rumah-rumah tradisional Jawa sering dilengkapi dengan pendopo sebagai ruang terbuka untuk berbagai aktivitas.
4. Ornamen Khas Lokal
Pada era kerajaan Islam, penyebaran agama umumnya dilakukan melalui pendekatan budaya. Hal ini menyebabkan banyak masjid kuno mengandung elemen budaya, seperti ukiran pada pintu, jendela, dan mimbar masjid.
Ukiran-ukiran tersebut biasanya memiliki motif tradisional, mencakup elemen flora dan fauna dengan makna filosofis dalam budaya setempat. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam masih menghargai budaya lokal.
Demikianlah pembahasan mengenai ciri- ciri khas masjid kuno di Indonesia. Meskipun saat ini telah banyak masjid modern, tetapi masjid kuno menjadi bukti sejarah perkemabngan Islam di Nusantara. (Nabila)
Baca Juga: Bagaimana Fungsi Candi pada Masa Sekarang? Ini Jawabannya
