Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Khusus Kerajaan Ternate yang Istimewa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri khusus kerajaan ternate, sumber foto: Karolina Grabowska by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri khusus kerajaan ternate, sumber foto: Karolina Grabowska by pexels.com

Kerajaan Ternate adalah kerajaan yang berdiri sejak abad ke-13 di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Ciri-ciri khusus Kerajaan Ternate adalah memiliki hasil rempah-rempah seperti cengkih dan pala yang sangat melimpah.

Pada masa pemerintahan Sultan Baabullah, Kerajaan Ternate mencapai puncak kejayaan dan dikenal sebagai kerajaan maritim terkemuka di wilayah timur Indonesia. Kejayaan Kerajaan Ternate tidak dapat dipisahkan dari peranannya dalam dunia perdagangan rempah-rempah pada masa itu.

Dikutip dari buku Sejarah 2 karya Drs, Sardiman AM, MPd, berikut ciri-ciri khusus dari Kerajaan Ternate.

Ciri-ciri Khusus Kerajaan Ternate

Ilustrasi ciri-ciri khusus kerajaan ternate, sumber foto: Yusron El Jihan by pexels.com

Kerajaan Ternate merupakan kerajaan yang terkenal dengan hasil rempah-rempah yang sangat melimpah. Ciri-ciri khusus Kerajaan Ternate sendiri yaitu memiliki hasil-hasil rempah-rempah yang melimpah.

Hal ini yang membuat Ternate menjadi daerah tujuan dagang di Indonesia bagian timur. Bahkan para pedagang dari Persia, Malaka, Cina, dan Arab datang ke Ternate untuk membeli rempah-rempah.

Hasil rempah-rempah yang melimpah menjadikan Ternate menjadi kerajaan maritim. Rempah-rempah yang dihasilkan di Kepulauan Maluku, khususnya Kerajaan Ternate ini adalah cengkih dan pala.

Bagian cengkih yang digunakan adalah kuntum bunga yang sudah kering, bunga cengkih ini mengandung minyak asiri yang harum baunya. Minyak cengkih ini banyak digunakan dalam ilmu pengobatan pada waktu itu.

Sedangkan pala yang dihasilkan adalah bijinya yang sudah tua dan masak yang dijadikan sebagai rempah-rempah. Ada juga kulit dan daging pala yang dimanfaatkan sebagai manisan pala.

Pada masa itu, rempah-rempah diperlukan oleh bangsa-bangsa Eropa. Sehingga harganya menjadi cukup tinggi dan membuat makmur rakyat di sekitar Kerajaan Ternate.

Hingga abad ke-15, perdagangan rempah-rempah di Kerajaan Ternate semakin berkembang. Banyak sekali pedagang Jawa, Melayu, Cina, dan Arab yang datang ke Kerajaan Ternate untuk membeli rempah-rempah.

Kedatangan pedagang dari luar Maluku ini membawa beras, perak, tenun, gading dan barang lainnya untuk ditukar dengan rempah-rempah. Kerajaan Ternate semakin akrab dalam menjalin hubungan ekonomi dengan para pedagang dari Jawa.

Bahkan, para pedagang Kerajaan Ternate sering berkunjung ke Jawa, begitupun sebaliknya pedagang Jawa sering datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah.

Rempah-rempah seperti cengkih dan pala adalah ciri-ciri khusus Kerajaan Ternate yang sangat istimewa. Selain itu, rempah-rempah juga yang membuat Kerajaan Ternate semakin dikenal oleh para pedagang Jawa hingga pedagang Eropa. (DSI)