Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Moko sebagai Tradisi Pernikahan Prasejarah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri moko. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri moko. Foto: Pixabay

Ciri-ciri moko menyerupai nekara perunggu, tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Moko banyak ditemukan di Alor, Nusa Tenggara Timur hingga mendapat julukan sebagai Pulau Seribu Moko.

Di bawah ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai ciri-ciri moko yang dianggap penting bagi masyarakat Pulau Alor.

Ciri-Ciri Moko

Ilustrasi ciri-ciri moko. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku Sejarah Nasional Indonesia karya Junaedi Al Anshori, moko merupakan alat yang ditemukan di zaman perunggu, bersamaan dengan kapak corong dan nekara.

Moko memiliki berbagai istilah lain, bahkan di Pulau Alor sendiri, yakni pung atau khuang. Nama moko diduga berasal dari legenda Putri Mako yang muncul di wilayah barat laut Alor.

Namun sebenarnya, moko dipercaya dibawa oleh budaya Dongson yang memasuki Indonesia melalui perdagangan internasional di Alor. Saat itu, moko digunakan sebagai alat barter dengan pedagang dari berbagai negeri.

Moko diyakini telah mulai digunakan sebagai alat musik pada abad ke-17. Namun, sejak abad ke-19 mulai beralih fungsi dan digunakan sebagai mas kawin.

Berdasarkan buku NTT Hidden Paradise karya Rita Harahap, moko adalah benda adat dengan nilai budaya yang sangat tinggi. Sedangkan fungsi moko, antara lain:

  1. Menunjukkan status sosial seseorang

  2. Maskawin

  3. Gendang untuk mengiringi tarian adat

  4. Alat tukar bagi masyarakat Alor

  5. Benda pusaka

  6. Benda magis / religius

Lebih lanjut, dirangkum dari website resmi Museum Nasional, moko memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Moko adalah nekara berukuran kecil yang terutama terbuat dari perunggu, tapi bisa juga terbuat dari logam campuran, seperti kuningan dan timah.

  2. Tinggi rata-rata moko sekitar 80-120 cm, tapi ada juga yang memiliki tinggi hingga 250 cm.

  3. Diameter lingkaran bagian atas dan bawah berdiameter antara 40-70 cm, tapi ada juga yang mencapai 100 cm.

  4. Bentuknya menyerupai tifa yang merupakan alat musik khas dari Indonesia timur, khususnya Papua.

  5. Bentuknya seperti gendang atau dandang dengan bagian atas dan bawah yang tertutup.

  6. Pada bagian tengah, bentuk moko cenderung mengecil, tetapi melebar kembali di bagian dasarnya.

  7. Moko memiliki berbagai macam pola hias yang mempengaruhi nilainya.

Demikian adalah ciri-ciri moko yang merupakan peninggalan penting prasejarah. (SP)