Ciri-Ciri Paguyuban dan Patembayan beserta Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia sebagai makhluk sosial cenderung hidup secara berkelompok. Atas hal inilah muncul berbagai kelompok sosial, seperti paguyuban dan patembayan. Meski disangka sama, namun ciri-ciri serat contoh paguyuban dan patembayan berbeda.
Sederhananya, paguyuban termasuk kelompok sosial yang ikatannya kuat. Sedangkan patembayan adalah kelompok sosial dengan ikatan yang tidak terlalu kuat. Selengkapnya, simak dalam uraian beriku untuk mengetahui ciri-ciri dan contoh keduanya!
Ciri-Ciri Paguyuban dan Patembayan
Tedi Sutardi dalam buku berjudul Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya, menjelaskan bahwa dalam konteks Indonesia, kelompok primer serta kelompok sekunder akan bermain dalam paguyuban dan patembayan, inilah ciri-cirinya :
Paguyuban
Paguyuban adalah bentuk dari kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya mempunyai hubungan batin yang sangat kuat, sifatnya alamiah dan kekal.
Misalnya, hubungan yang ada dalam keluarga, kerabat, serta hubungan dengan tetangga dalam lingkungan masyarakat, baik masyarakat pedesaan atau tradisional. Ciri-ciri paguyuban menurut Tonnies adalah :
Intim, yakni hubungan yang menyeluruh dan mesra.
Eksklusif, yakni hubungan tersebut hanya dijalankan oleh kelompoknya sendiri dan tidak untuk orang yang berada di luar mereka.
Privat, yakni hubungan yang sifatnya pribadi, terutama untuk beberapa orang saja dan tidak lebih dari itu.
Sedangkan paguyuban bisa dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu :
Paguyuban sebab tempat tinggal, yakni suatu paguyuban yang isinya orang terdekat yang saling tolong menolong. Misalnya, rukun warga, kelompok arisan, rukun tetangga, dan lainnya.
Paguyuban sebab ikatan darah alias keturunan, misalnya keluarga.
Paguyuban sebab pikiran dan jiwa, misalnya yang anggotanya mempunyai jiwa, pikiran, juga ideologi yang sama.
Patembayan
Patembayan adalah bentuk dari kehidupan bersama di mana anggotanya ada ikatan lahir yang sifatnya pokok dalam jangka waktu yang cukup pendek.
Strukturnya mempunyai sifat mekanis, layaknya mesin yang dalam komponennya mempunyai fungsi alias kegunaan masing-masing.
Hal ini terjadi akibat dalam anggota masyarakat patembayan yang paling utama adalah berlangsungnya suatu hubungan perjanjian maupun kontrak yang mempunyai tujuan khusus dan sifatnya lebih rasional.
Ciri-ciri patembayan adalah :
Sifatnya tidak kekeluargaan dan ikatannya lemah daripada paguyuban.
Kelompoknya bisa terdiri atas orang dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Motivasi anggota yang bergabung sebab kepentingan yang sifatnya pribadi.
Hubungan anggotanya sifatnya sementara.
Hubungan antar anggota ada yang secara formal dan ada yang tidak.
Memperhitungkan nilai guna atau keuntungan dari kelompok.
Contoh patembayan adalah hubungan dunia industri dan organisasi politik. Karyawan kantor yang telah terikat kontrak dengan perusahaan, organisasi sekolah yang telah terikat dengan periode jabatan, dan partai politik.
Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri paguyuban dan patembayan yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat. (EK)
