Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Ciri-ciri Pancasila sebagai Ideologi Terbuka. Sumber: Irgi Nur Fadil/Pixels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Ciri-ciri Pancasila sebagai Ideologi Terbuka. Sumber: Irgi Nur Fadil/Pixels.com

Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, artinya Pancasila adalah pandangan hidup Indonesia yang mengandung nilai instrumental dan nilai-nilai dasar yang bisa berinteraksi dengan perkembangan zaman. Lantas, apa ciri-ciri Pancasila sebagai ideologi terbuka?

Simak penjelasan Pancasila sebagai ideologi terbuka, di sini.

Ciri-Ciri Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Foto Hanya Ilustrasi: Ciri-ciri Pancasila sebagai Ideologi Terbuka. Sumber: Ahmad Farhan/Pexels.com

Junias Marvel Lumban Tobing, M.Sc. dalam buku berjudul Pancasila Satu-Satunya Ideologi Bangsa Indonesia dan Amanat Pembukaan UUD 1945 Satu-Satunya Landasan Konstitusional Negara Kesatuan Republik Indonesia menjelaskan bahwa ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.

Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, tetapi bersifat reformatif, dinamis, tidak tertutup, tidak kaku, aktual antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, melainkan mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkrit.

Pancasila sebagai ideologi terbuka mempunyai ciri-ciri atau persyaratan sebagai berikut:

  1. Pancasila merupakan pandangan hidup yang berakar pada kesadaran masyarakat Indonesia.

  2. Isi Pancasila tidak langsung operasional, kelima nilai dasar Pancasila fungsinya sebagai acuan dan bisa ditafsirkan implikasinya di kehidupan nyata.

  3. Pancasila menghargai kebebasan dan tanggung jawab masyarakat.

  4. Pancasila juga bukan ideologi totaliter.

  5. Pancasila menghargai pluralitas.

Nilai dalam Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Zulfikar Putra, S.H., M.Pd., dan Dr. H. Farid Wajdi, S.Pd.I., M.Si. dalam buku berjudul Buku Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah:

1. Nilai Dasar

Nilai dasar, yakni hakikat kelima sila Pancasila, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Nilai dasar adalah esensi dari sila-sila Pancasila yang sifatnya universal sehingga nilai dasar tersebut mengandung cita-cita, tujuan, hingga nilai-nilai yang baik dan benar.

2. Nilai Instrumental

Nilai instrumental adalah arahan, kebijakan, strategi, sasaran, serta lembaga pelaksanaannya. Nilai instrumental ini adalah eksplisitasi, penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.

Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri Pancasila sebagai ideologi terbuka. Semoga membantu. (eK)