Ciri-ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia sebagai Taktik Melawan Penjajah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia biasanya dilakukan atas komando dari pemimpin perang yang memiliki kemampuan luar biasa, tidak lepas juga keterlibatan rakyat.
Artikel berikut akan membahas lebih lanjut tentang ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia yang menarik diketahui.
Ciri-ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia
Perang gerilya adalah bentuk implementasi dari konsep pertahanan rakyat semesta yang bersifat ketidakseimbangan karena serangan musuh dengan kekuatan yang lebih besar.
Perang gerilya menggunakan strategi dan taktik hit and run dalam waktu yang lama untuk melemahkan kekuatan dan mental musuh menggunakan sumber daya yang tersedia secara lokal.
Pada zaman dahulu, perang gerilya memanfaatkan senjata tradisional, seperti bambu runcing, panah, hingga tombak berdasarkan buku Strategi Perang Gerilya di Laut karya Cahya Kusuma.
Di Indonesia sendiri, perang gerilya digunakan oleh Pangeran Jenderal Soedirman untuk melawan Belanda dalam Agresi Militer ke-2.
Ciri-ciri perang gerilya Bangsa Indonesia berdasarkan Kajian Buku: Abdul Haris Nasution oleh Kurniawan Firmuzi, antara lain:
Salah satu pihak lebih kuat atau unggul dari pihak lainnya. Pihak yang lebih lemah akan membutuhkan waktu untuk menjaga keseimbangan dengan cara membuat musuh lelah.
Tujuan perang gerilya bukan untuk menjadi pemenang, tapi hanya untuk merepotkan, melelahkan, dan melemahkan. Setiap tindakan harus dilakukan atas koordinasi jenderal.
Perang gerilya membutuhkan ideologi kuat dengan batin yang teguh. Hal ini karena perang ini butuh kesabaran dan kesanggupan dalam jangka waktu lama.
Perang gerilya harus dilakukan dengan efisien, menjunjung tinggi kedisiplinan, didasarkan pada teori dan strategi yang tepat, latihan terus-menerus, dan patuh pada peraturan serta rencana operasi dari Jenderal.
Perang gerilya harus bisa bekerja sama dengan rakyat dalam jumlah kecil, terutama mereka yang mahir memegang senjata agar musuh tidak curiga.
Perang gerilya harus memiliki peran rakyat untuk membantu, merawat, menyembunyikan, dan mengadakan penyelidikan untuk keperluan perang. Termasuk menyediakan logistik, akomodasi, transportasi, hingga hiburan.
Keterbatasan senjata membuat pihak yang diserang harus mampu menjadikan senjata musuh sebagai senjata milik sendiri.
Perang gerilya perlu pemimpin yang mampu bertempur, menguasai hal-hal kenegaraan, perekonomian, hingga propaganda. Ia harus memiliki strategi militer, politik, ekonomi, hingga psikologis.
Demikian beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia yang perlu diketahui. (SP)
