Ciri-ciri Wayang Madya dan Jenisnya yang Menarik Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayang sebagai pertunjukan tradisional Indonesia terdiri dari banyak jenis, salah satunya wayang madya. Ciri-ciri wayang madya adalah memuat perpaduan antara wayang purwa dengan wayang gedog.
Pencipta wayang madya adalah Mangkunegara IV. Adapun salah satu alasan penciptaannya adalah sebagai penyambung kisah Wayang Purwa dengan Wayang Gedog.
Ciri-ciri Wayang Madya
Indonesia adalah negara yang kaya dengan seni dan tradisi. Setiap bidang seni di Indonesia, bahkan terbagi lagi dalam berbagai macam jenis.
Salah satu contoh adalah seni pertunjukan wayang. Jenis wayang di Indonesia ada banyak, seperti wayang menak, wayang purwa, wayang papak, serta wayang madya.
Setiap jenis tersebut memiliki ciri tersendiri, termasuk wayang madya. Ciri-ciri wayang madya yang paling khas adalah memuat peralihan dari cerita Purwa ke cerita Panji.
Mengutip dari buku Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999 – 2009, Dahlan, dkk. (2009: 438), wayang madya adalah wayang kulit yang diciptakan oleh Mangkunegara IV. Dasar penciptannya adalah menjadi penyambung antara wayang purwa dengan gedog.
Wayang gedog itu sendiri merupakan jenis wayang madya. Mengutip dari laman Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, vokasi.kemdikbud.go.id, wayang gedog mempresentasikan cerita yang memiliki sumber dari Serat Panji.
Inti lakon dalam cerita tersebut adalah pertemuan tokoh Panji Inu Kartapati dengan istrinya, Dewi Sekartaji. Keberadaan jenis wayang madya memperhalus dan memperjelas peralihan dari cerita Wayang Purwa menuju Wayang Gedog tersebut.
Selintas tentang Wayang Purwa
Wayang Purwa merupakan salah satu jenis penceritaan wayang di Indonesia. Mengutip dari buku yang sama, Dahlan, dkk. (2009: 438), Wayang Kulit Purwa merupakan jenis wayang paling populer di masyarakat.
Cerita Wayang Purwa mengambil dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Pertunjukan Wayang Purwa dilakukan oleh seorang dalang dengan peraga yang terbuat dari kulit kerbau atau sapi.
Setiap tokoh dalam Wayang Purwa mempunyai warna-warni yang berbeda. Setiap warna tersebut merepresentasikan karakter.
Setelah menyimak pemaparan ringkas di atas, diketahui bahwa ciri-ciri wayang madya adalah perpaduan antara purwa dan gedog. Jadi, keberadaan wayang madya memperhalus peralihan dari wayang purwa menuju wayang gedog. (AA)
