Konten dari Pengguna

Contoh Eksklusivisme dan Dampaknya bagi Kehidupan Sosial

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Eksklusivisme. Sumber: Pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Eksklusivisme. Sumber: Pexels.com/Pixabay

Contoh eksklusivisme dalam kehidupan sosial adalah tindakan memisahkan diri dari lingkungan yang berbeda suku, agama, atau budaya. Pasalnya, eksklusivisme memang membuat seseorang atau kelompok merasa diri atau kelompoknya eksklusif.

Layaknya sebuah fenomena dalam kehidupan sosial, paham dan perilaku eksklusivisme juga mempunyai dampak. Salah satu dampak yang dapat terjadi akibat eksklusivisme adalah menganggap kepentingan kelompok sebagai hal yang utama.

Pengertian dan Contoh Eksklusivisme

Ilustrasi Contoh Eksklusivisme. Sumber: Pexels.com/Lukas

Eksklusivisme merupakan paham serta fenomena yang ada dalam kehidupan sosial. Makna dari eksklusivisme itu sendiri memiliki kaitan dengan makna kata eksklusif, yakni khusus atau terpisah dari yang lain.

Mengutip dari laman KBBI Daring Kemdikbud, arti eksklusivisme adalah paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. Pada konteks pembahasan ilmu sosial, ada banyak contoh eksklusivisme.

Beberapa contoh dari eksklusivisme, antara lain:

  • Menganggap diri atau kelompok sebagai orang yang keren dan hanya berinteraksi dengan sesamanya.

  • Tindakan menolak sosialisasi dengan orang yang tidak sama dengannya, baik itu suku, agama, budaya, ras, maupun perbedaan lain.

  • Menganggap segala hal pada diri dan kelompoknya adalah sesuatu yang eksklusif sehingga memisahkan diri dari kelompok lain.

Intinya adalah eksklusivisme membuat seseorang hanya berkumpul, berteman, dan bergaul dengan yang satu golongan saja. Pasalnya, orang dan/atau kelompok tersebut tidak ingin melakukan interaksi dengan orang selain golongannya.

Dampak Eksklusivisme bagi Kehidupan Sosial

Ilustrasi Contoh Eksklusivisme. Sumber: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Setelah memahami arti serta contoh perilaku eksklusivisme, setiap orang tentu sudah dapat menafsirkan bahwa fenomena tersebut memiliki dampak bagi kehidupan. Faktanya, eksklusivisme memang mempunyai dampak bagi kehidupan sosial.

Mengutip dari buku Sosiologi: Kelas XI karya Farikhah dan Sucik (2022: 13 – 14), berikut adalah dampak positif dan negatif dari eksklusivisme.

1. Dampak Positif

  • Memiliki kemampuan untuk membedakan diri dengan orang lain.

  • Adanya keyakinan yang teguh terhadap kelompoknya sehingga tidak mudah terbawa arus dari kelompok lain.

  • Sulit untuk terpengaruh budaya luar.

2. Dampak Negatif

  • Adanya anggapan dalam diri individu bahwa kepentingan kelompoknya lebih utama dari kepentingan kelompok yang lain.

  • Individu cenderung tertutup dari dunia luar.

  • Rawan terjadi konflik pada internal kelompok sehingga dapat memecah belah persatuan dalam kelompok tersebut.

Demikian dapat dipahami bahwa ada banyak contoh eksklusivisme dalam kehidupan manusia. Secara umum, eksklusivisme merupakan perilaku memisahkan diri dari kelompok lain karena menganggap diri serta kelompoknya lebih utama. (AA)