Contoh Kebijakan Moneter Lengkap dengan Pengertiannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kebijakan moneter adalah menaikkan suku bunga. Selain itu, terdapat beberapa contoh penerapan kebijakan moneter lainnya yang dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan serta membuat kondisi perekonomian negara menjadi lebih stabil.
Untuk mengetahui apa saja contoh kebijakan moneter yang dapat diterapkan dalam suatu negara, penting untuk diketahui terlebih dahulu apa itu kebijakan moneter beserta tujuan penerapannya.
Pengertian Kebijakan Moneter
Mengutip buku berjudul Pengantar Ilmu Ekonomi yang disusun oleh Siti Khoirina, Nety Kumalasari, Desmon (2023: 109), kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan untuk mengendalikan perekonomian negara secara makro yang diterapkan dengan tujuan agar perekonomian dapat lebih berkembang dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
Di sisi lain, kebijakan moneter dapat didefinisikan sebagai proses menyesuaikan pasokan uang suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu, seperti membatasi inflasi, meningkatkan kesempatan kerja penuh, atau meningkatkan kemakmuran.
Kebijakan moneter juga dapat melibatkan penetapan standar pinjaman, kapitalisasi bank, dan sebagainya.
Tujuan Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter pada hakikatnya diterapkan dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan internal, seperti pertumbuhan ekonomi yang cepat, stabilitas harga serta pemerataan, dan kestabilan eksternal, seperti neraca pembayaran internasional.
Selain itu, tujuan penerapan kebijakan moneter adalah untuk mencapai tujuan ekonomi makro, yaitu menjaga pertumbuhan ekonomi negara.
Contoh Kebijakan Moneter
Terdapat beberapa contoh kebijakan moneter yang diterapkan. Berikut ini adalah beberapa contoh kebijakan moneter:
Menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral.
Melakukan pelonggaran pada rasio Loan to Value atau LTV dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor properti.
Melakukan pelonggaran ketentuan uang muka pada kredit kendaraan bermotor dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif.
Melakukan pembelian dan penjualan surat berharga negara (SBN).
Menaikkan atau menurunkan Giro Wajib Minimum atau GWM dengan tujuan mengatur uang yang beredar di masyarakat sehingga secara langsung berpengaruh dan berdampak terhadap indeks inflasi.
Demikian pembahasan ringkas mengenai contoh kebijakan moneter yang disajikan lengkap dengan pengertian dan tujuan penerapannya.
Dengan memahami penjelasan tentang kebijakan moneter, pengetahuan terkait kebijakan ekonomi yang diterapkan dalam suatu negara dapat bertambah. Semoga bermanfaat. (DAP)
