Contoh Konflik Nonsistematis dan Ragam Konflik Sosial Lainnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh konflik nonsistematis dapat diketahui dari perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya, apakah percekcokan tersebut bersifat spontan atau terencana.
Berikut penjelasan selengkapnya tentang contoh konflik nonsistematis serta berbagai konflik sosial lainnya.
Apa Itu Konflik Sosial?
Konflik sosial merupakan fenomena yang banyak dijumpai di masyarakat akibat adanya perbedaan antarindividu maupun kelompok yang tak dapat diselesaikan atau berakhir damai. Konflik sosial juga disebut sebagai dampak dari proses interaksi sosial.
Dalam laman ntt.kemenag.go.id, konflik sosial dikatakan sebagai hubungan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok, diikuti tindakan saling mengancam serta melakukan kekerasan antar satu dengan lainnya.
Sementara, dari sisi sosiologis, konflik sosial diartikan sebagai proses sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih. Di mana salah satu pihak berusaha untuk menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya.
Terdapat berbagai jenis konflik sosial di masyarakat. Satu di antaranya, yaitu konflik berdasarkan pengendaliannya yang terbagi menjadi konflik terkendali, tak terkendali, sistematis, serta nonsistematis.
Kali ini, kita akan membahas contoh konflik nonsistematis yang merupakan konflik secara spontan, bersifat acak, dan tak ada pihak yang memberi komando atau target tertentu.
Contoh Konflik Nonsistematis
Contoh konflik nonsistematis, yaitu perkelahian yang terjadi antarkelompok pelajar secara tiba-tiba karena sebab sepele. Sebut saja, akibat motor yang saling bersenggolan di jalan.
Intinya, konflik nonsistematis bisa terjadi tanpa perencanaan serta keinginan menang yang kuat. Masing-masing pihak tak melakukan analisis tentang cara mengendalikan konflik atau bagaimana mendapatkan hasil memuaskan.
Ragam Konflik Sosial Lainnya
Selain jenis konflik yang telah disebutkan, ada beragam bentuk konflik sosial yang terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu:
Konflik sosial berdasarkan tujuan organisasi (konflik fungsional dan disfungsional).
Konflik sosial berdasarkan waktu (konflik sesaat dan berkelanjutan).
Konflik sosial berdasarkan sifat pelaku (konflik terbuka dan tertutup).
Konflik sosial berdasarkan posisi pelaku (konflik vertikal dan horizontal).
Demikian contoh konflik nonsistematis berserta ragam konflik sosial lainnya. Pada dasarnya, terjadinya konflik merupakan hal yang wajar dalam bermasyarakat. Akan tetapi, untuk setiap konflik yang pecah, tetap dibutuhkan penyelesaian yang tepat. (DN)
