Konten dari Pengguna

Contoh Pengendalian Sosial Menurut Kategorinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Contoh Pengendalian Sosial. Sumber: Agung Pandit Wiguna/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Contoh Pengendalian Sosial. Sumber: Agung Pandit Wiguna/Pexels.com

Pengendalian sosial merupakan suatu hal yang harus diterapkan dalam masyarakat. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial. Adapun contoh pengendalian sosial itu sendiri sangat beragam dan dibedakan menurut beberapa kategori.

Jika tidak ada pengendalian sosial, maka kondisi masyarakat akan kacau balau, tidak tenang, tidak nyaman, bahkan cenderung berisiko tinggi. Maka dari itu, simak apa saja pengendalian sosial yang bisa dilakukan. Ini penjelasannya!

Contoh Pengendalian Sosial

Ilustrasi: Contoh Pengendalian Sosial. Sumber: EKATERINA BOLOVTSOVA/Pexels.com

Drs. Agus Santosa & Retno Kuning Dewi Pusparatri, S.Pd. dalam buku berjudul Buku Siswa Sosiologi SMA/MA Kelas 10 menjelaskan bahwa pengendalian sosial merupakan berbagai cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggota-anggota yang membangkang.

Inilah contoh pengendalian sosial berdasarkan kategorinya, yakni:

1. Berdasarkan Sifatnya

  • Pengendalian sosial preventif

Jenis pengendalian sosial dengan tujuan menjalankan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya pelanggaran norma atau nilai sosial yang ada. Contohnya, orang tua yang menasihati anak agar rajin beribadah.

  • Pengendalian sosial represif

Jenis pengendalian sosial dengan tujuan mengembalikan keserasian yang rusak karena pelanggaran dengan memberikan sanksi. Contohnya, hakim yang menjatuhi hukuman kepada tersangka kejahatan.

  • Pengendalian sosial kuratif

Jenis pengendalian sosial dilakukan saat ada penyimpangan sosial dan bertujuan memulihkan seperti semula. Misalnya, orang yang berhutang tidak mau bayar dan dibawa ke pengadilan.

2. Berdasarkan Aspek Pelaksanaannya

  • Pengendalian sosial persuasif

Pengendalian sosial tanpa kekerasan. Misalnya, mengajak orang lain menggunakan helm ketika berkendara.

  • Pengendalian sosial koersi

Pengendalian sosial dilakukan dengan pemaksaan dan terdapat sanksi dan hukuman. Misalnya, pelaku pencurian motor dikeroyok masyarakat dan dibawa ke kantor polisi.

  • Pengendalian sosial pervasi

Pengendalian sosial dilakukan dengan menyampaikan nilai secara terus-menerus. Contohnya, media cetak atau elektronik yang selalu memberitakan bahayanya narkoba.

  • Pengendalian sosial kompulsi

Pengendalian sosial dengan menciptakan situasi yang bisa mengubah perilaku negatif. Misalnya, memberi hukuman kepada siswa yang membolos.

3. Berdasarkan Pelakunya

  • Pengendalian pribadi

Asalnya dari pengaruh orang atau tokoh tertentu. Misalnya, pemuka agama memberi wejangan kepada umat.

  • Pengendalian institusional

Pengaruh dari institusi atau lembaga. Contohnya, penyesuaian masyarakat yang hidup di lingkungan pondok pesantren.

  • Pengendalian resmi

Dijalankan oleh lembaga resmi negara sesuai undang-undang. Misalnya, menerobos lampu merah mendapat tilang.

  • Pengendalian tidak resmi

Dilakukan tidak dengan rumusan aturan dan tanpa sanksi hukum yang tegas. Contohnya, dikucilkan di masyarakat karena pernah menjadi pencuri.

Itulah contoh pengendalian sosial menurut kategorinya yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)