Contoh Pengendalian Sosial Menurut Kategorinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengendalian sosial merupakan suatu hal yang harus diterapkan dalam masyarakat. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial. Adapun contoh pengendalian sosial itu sendiri sangat beragam dan dibedakan menurut beberapa kategori.
Jika tidak ada pengendalian sosial, maka kondisi masyarakat akan kacau balau, tidak tenang, tidak nyaman, bahkan cenderung berisiko tinggi. Maka dari itu, simak apa saja pengendalian sosial yang bisa dilakukan. Ini penjelasannya!
Contoh Pengendalian Sosial
Drs. Agus Santosa & Retno Kuning Dewi Pusparatri, S.Pd. dalam buku berjudul Buku Siswa Sosiologi SMA/MA Kelas 10 menjelaskan bahwa pengendalian sosial merupakan berbagai cara yang dilakukan masyarakat untuk menertibkan anggota-anggota yang membangkang.
Inilah contoh pengendalian sosial berdasarkan kategorinya, yakni:
1. Berdasarkan Sifatnya
Pengendalian sosial preventif
Jenis pengendalian sosial dengan tujuan menjalankan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya pelanggaran norma atau nilai sosial yang ada. Contohnya, orang tua yang menasihati anak agar rajin beribadah.
Pengendalian sosial represif
Jenis pengendalian sosial dengan tujuan mengembalikan keserasian yang rusak karena pelanggaran dengan memberikan sanksi. Contohnya, hakim yang menjatuhi hukuman kepada tersangka kejahatan.
Pengendalian sosial kuratif
Jenis pengendalian sosial dilakukan saat ada penyimpangan sosial dan bertujuan memulihkan seperti semula. Misalnya, orang yang berhutang tidak mau bayar dan dibawa ke pengadilan.
2. Berdasarkan Aspek Pelaksanaannya
Pengendalian sosial persuasif
Pengendalian sosial tanpa kekerasan. Misalnya, mengajak orang lain menggunakan helm ketika berkendara.
Pengendalian sosial koersi
Pengendalian sosial dilakukan dengan pemaksaan dan terdapat sanksi dan hukuman. Misalnya, pelaku pencurian motor dikeroyok masyarakat dan dibawa ke kantor polisi.
Pengendalian sosial pervasi
Pengendalian sosial dilakukan dengan menyampaikan nilai secara terus-menerus. Contohnya, media cetak atau elektronik yang selalu memberitakan bahayanya narkoba.
Pengendalian sosial kompulsi
Pengendalian sosial dengan menciptakan situasi yang bisa mengubah perilaku negatif. Misalnya, memberi hukuman kepada siswa yang membolos.
3. Berdasarkan Pelakunya
Pengendalian pribadi
Asalnya dari pengaruh orang atau tokoh tertentu. Misalnya, pemuka agama memberi wejangan kepada umat.
Pengendalian institusional
Pengaruh dari institusi atau lembaga. Contohnya, penyesuaian masyarakat yang hidup di lingkungan pondok pesantren.
Pengendalian resmi
Dijalankan oleh lembaga resmi negara sesuai undang-undang. Misalnya, menerobos lampu merah mendapat tilang.
Pengendalian tidak resmi
Dilakukan tidak dengan rumusan aturan dan tanpa sanksi hukum yang tegas. Contohnya, dikucilkan di masyarakat karena pernah menjadi pencuri.
Itulah contoh pengendalian sosial menurut kategorinya yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)
