Contoh Perbedaan Ketoprak dan Wayang Orang dalam Pertunjukan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayang orang adalah seni pertunjukan yang diperankan oleh manusia sebagai tokoh di dalamnya. Contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang adalah dari segi bahasa yang digunakan selama pertunjukan.
Widyastitieningrum dan Herdiani dalam Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari mengungkapkan bahwa wayang orang menggunakan bahasa Jawa kuno.
Untuk mengetahui informasi penting mengenai contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang, simak penjelasannya dalam bacaan ini.
Contoh Perbedaan Ketoprak dan Wayang Orang
Wayang orang adalah seni pertunjukan yang ditampilkan oleh manusia sebagai pemerannya. Jenis wayang ini berasal dari daerah Jawa Tengah dan mulai dipopulerkan tahun 1700-an. Di sisi lain, ketoprak adalah seni pertunjukan drama tradisional yang diperkenalkan tahun 1922.
Kedua kesenian tradisional ini sama-sama berasal dari Jawa Tengah dan mempunyai unsur drama. Banyak masyarakat awam yang kerap sulit membedakan kedua kesenian ini, padahal ada sejumlah perbedaan antara keduanya.
Adapun contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang adalah:
1. Bahasa
Salah satu contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang adalah dari segi bahasa. Pada dasarnya, kedua seni pertunjukan ini menggunakan bahasa Jawa. Namun, ketoprak menggunakan bahasa Jawa modern, sedangkan wayang orang umumnya menggunakan bahasa Jawa kuno.
2. Cerita
Contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang selanjutnya adalah dari segi cerita yang dibawakan. Selayaknya jenis wayang pada umumnya, wayang orang membawakan cerita-cerita pewayangan, seperti Mahabharata dan Ramayana. Sementara itu, ketoprak biasanya membawakan cerita yang berasal dari cerita rakyat, babad, cerita dongeng, serta isu-isu sosial.
3. Riasan
Contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang lainnya adalah dari segi riasan. Wayang orang umumnya menggunakan riasan tebal untuk menggambarkan tokoh pewayangan agar lebih ekspresif. Hal ini mudar dari kelopak mata, bentuk alas, dan penggambaran lainnya.
Sementara itu, ketoprak menggunakan riasan yang tidak begitu tampak dan mencolok. Hal itu karena cerita yang dibawakan cenderung beragam dan kostumnya tidak pakem.
Demikian beberapa contoh perbedaan ketoprak dan wayang orang yang perlu diketahui. [ENF]
