Konten dari Pengguna

Contoh Sensus De Facto beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh sensus de facto, sumber foto: Daniel Defaix by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh sensus de facto, sumber foto: Daniel Defaix by pexels.com

Sensus de facto merupakan pencatatan penduduk yang dilakukan petugas kepada setiap orang di wilayah tertentu. Agar lebih memahami, maka perlu mempelajari contoh sensus de facto yang tepat.

Mengingat sensus ini tidak memiliki klasifikasi lebih detail terhadap penduduk suatu daerah. Sehingga antara penduduk asli yang tidak terdaftar atau tinggal sementara dan penduduk asli yang menetap, tetap tercatat secara menyeluruh.

Dikutip dari Buku Siap Mhdp UN 09 Geografi SMA/MA karya Rogers Pakpahan, Amir Khosim, Sri Wiyanti, dan Khosim, di bawah ini contoh lengkap dari sensus de facto.

Contoh Sensus De Facto

Ilustrasi contoh sensus de facto, sumber foto: Mehmet Turgut Kirkgoz by pexels.com

Sensus de facto merupakan perhitungan jumlah penduduk yang yang ada di suatu wilyah pada saat sensus dilaksanakan. Untuk lebih mudah memahami sensus de facto, simak contoh berikut ini.

  1. Abi pergi merantau ke Jakarta untuk bekerja, sedangkan KTP miliknya adalah KTP Kota Semarang. Saat dilakukan sensus de facto, Abi tercatat atau terhitung sebagai penduduk Jakarta, meski ia sebenarnya asli dari Kota Semarang.

  2. Jaka adalah seorang karyawan yang tinggal dan menetap di Jakarta, tetapi memiliki alamat KTP Medan. Maka saat dilaksanakan sensus de facto di Jakarta, maka Jaka yang ber-KTP Medan ini akan tetap dihitung sensus penduduk Jakarta.

Kelebihan dan Kekurangan Sensus De Facto

Selain contoh, sensus de facto juga memiliki kelebihan dan kekurangan berikut ini.

1. Kelebihan

  • Dapat dilakukan secara serempak di suatu wilayah dan pengumpulan datanya lebih cepat.

  • Jumlah penduduk yang tercatat di suatu wilayah yaitu jumlah asli karena penduduk asli dan sementara ikut terhitung semua.

  • Biasanya data sensus de facto dapat digunakan dalam hal yang berkaitan dengan layanan publik karena bersifat menyeluruh.

2. Kekurangan

  • Kemungkinan besar ada penduduk yang tercatat dua kali atau lebih dalam data sensus.

  • Ada biaya yang lebih besar untuk melaksanakan sensus serempak pada suatu wilayah dengan banyak penduduk.

  • Sensus de facto sebenarnya kurang maksimal digunakan pada suatu wilayah yang penduduknya berubah-ubah atau dinamis.

Contoh sensus de facto tersebut memang sering kali ditemui dalam kehidupan. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa sensusde facto dapat dilakukan pada masyarakat asli dan masyarakat yang hanya menetap sementara. (DSI)