Konten dari Pengguna

Contoh Struktur Organisasi RT beserta Tugas dan Fungsinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Struktur Organisasi RT. Sumber: Pexels.com/Alexander Suhorucov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Struktur Organisasi RT. Sumber: Pexels.com/Alexander Suhorucov

Struktur organisasi RT merupakan salah satu unsur penting yang perlu dimiliki oleh setiap rukun tetangga. Pasalnya, struktur tersebut memiliki kaitan dengan alur pelayanan dalam lingkungan masyarakat.

Contoh pelayanan dalam lingkup RT (Rukun Tetangga), yaitu membantu proses administrasi kependudukan, memberi informasi pelayanan kesehatan, mengadakan silaturahmi, dan sebagainya. Oleh karena itu, struktur RT pun memiliki fungsi penting.

Definisi dan Contoh Struktur Organisasi RT

Ilustrasi Struktur Organisasi RT. Sumber: Pexels.com/Anna Shvets

Mengutip dari buku Manajemen Strategis karya Sampe dkk. (2023: 93), Bloisi dkk. mendefinisikan struktur organisasi sebagai pengelompokan orang dan tugas ke dalam unit yang berbeda untuk meningkatkan koordinasi komunikasi, keputusan, dan tindakan.

Kemudian, RT adalah pembagian wilayah Indonesia di bawah Rukun Warga (RW). Jadi, struktur organisasi RT merupakan pengelompokan orang dan tugas dalam lingkup wilayah Rukun Warga.

Contoh struktur umum dalam organisasi RT, yaitu:

  • Ketua RT;

  • Wakil Ketua;

  • Sekretaris;

  • Bendahara; dan

  • Seksi Bidang (Sosial, Agama, Keamanan, atau sejenisnya).

Tugas dan Fungsi dari Masing-masing Posisi dalam Struktur Organisasi RT

Ilustrasi Struktur Organisasi RT. Sumber: Pexels.com/RF._.studio

Setelah menyimak definisi dan contoh struktur dari organisasi RT, dapat dipahami bahwa organisasi tersebut dapat meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi bidang. Sekarang adalah saat untuk mengetahui tugas serta fungsi dari setiap posisi.

Berikut penjelasan lengkapnya mengenai tugas dan fungsi dari setiap posisi dalam struktur organisasi Rukun Tetangga (RT).

1. Ketua RT

Ketua RT merupakan orang yang dipilih serta dipercaya oleh warga untuk menjadi ketua dari Rukun Tetangga. Tugas dari ketua RT adalah menangani setiap masalah yang dialami oleh warga sekitar misalnya, kebutuhan layanan kesehatan.

Fungsi dari ketua RT, yaitu:

  • Menjadi ketua dari Rukun Tetangga.

  • Mendengar keluhan yang dihadapi oleh warga.

  • Menyampaikan informasi terkait layanan masyarakat dari RW dan/atau lurah.

  • Mengayomi warga di lingkungannya.

  • Menjaga kerukunan warga agar lingkungan tetap tertib dan nyaman.

2. Wakil Ketua

Wakil ketua memiliki tugas untuk mewakilkan ketua RT. Misalnya, hadir dalam undangan warga atau rapat kelurahan jika ketua berhalangan untuk hadir.

Fungsi dari wakil ketua RT, yaitu:

  • Mewakilkan setiap urusan ketua RT.

  • Bekerja sama dengan ketua RT.

  • Berdiskusi bersama ketua RT tentang masalah warga.

3. Sekretaris

Sekretaris memiliki tugas untuk setiap hal yang mencakup pemberkasan, surat-menyurat, dan pengarsipan. Fungsi sekretaris RT, yaitu:

  • Melakukan pemberkasan terhadap dokumen RT.

  • Menyiapkan surat-menyurat yang diperlukan RT.

  • Melakukan pengarsipan dari setiap urusan RT.

4. Bendahara

Bendahara memiliki tugas untuk mengelola keuangan RT, termasuk mencatat pengeluaran dan pemasukan kas RT. Fungsi bendahara RT, yaitu:

  • Melakukan pengelolaan terhadap keuangan RT.

  • Membuat laporan keuangan RT.

  • Menyimpan keuangan RT dengan baik.

5. Seksi Bidang (Sosial, Agama, Keamanan, atau sejenisnya).

Ada atau tidaknya seksi bidang dalam organisasi RT merupakan preferensi dari masing-masing wilayah. Namun, setiap RT umumnya mempunyai seksi bidang sosial yang bertugas untuk hal-hal yang berkaitan dengan sosial.

Beberapa fungsi dari seksi bidang sosial, yaitu:

  • Membantu RT dalam melakukan kegiatan sosial.

  • Mengadakan kegiatan sosial bagi warga RT.

  • Menjadi penampung masalah sosial warga dan mendiskusikannya bersama ketua RT.

Demikian dapat dipahami bahwa struktur organisasi RT biasanya terdiri dari lima posisi, yakni ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan seksi bidang. Namun, setiap RT dapat memilih struktur yang paling tepat untuk wilayah tempat tinggalnya. (AA)