Konten dari Pengguna

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya, Apa Saja?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak globalisasi di bidang sosial budaya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak globalisasi di bidang sosial budaya. Foto: Pixabay

Globalisasi adalah proses integrasi nasional yang terjadi karena perpindahan pandangan dunia, pemikiran, prosuk, dan aspek kebudayaan lain.

Dampak globalisasi di bidang sosial budaya, agama, moral, dan ekonomi, terus bergulir seiring dengan globalisasi yang akan terus berlanjut.

Simak berbagai dampak globalisasi di bidang sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari pada ulasan di bawah ini.

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Ilustrasi dampak globalisasi di bidang sosial budaya. Foto: Pixabay

Berikut akan dibahas mengenai dampak globalisasi di bidang sosial budaya yang dikutip dari buku Menembus Badai Ekonomi karya Patta & Yana.

1. Dampak Positif Globalisasi

Dengan adanya globalisasi, masyarakat pastinya bisa mempelajari hal-hal baru dari negeri yang telah maju. Berbagai contoh dampak positif globalisasi, antara lain:

  • Meningkatkan pengetahuan tentang tata nilai sosial budaya.

  • Meningkatkan pengetahuan tentang cara hidup dan pola pikir yang baik.

  • Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

  • Meningkatkan etos kerja seperti disiplin, kerja keras, dan lainnya.

  • Mengembangkan sikap diri seperti disiplin, rasional, sportif, dan lain sebagainya.

2. Dampak Negatif Globalisasi

Globalisasi ternyata juga memberikan banyak dampak negatif pada bidang sosial budaya. Salah satu penyebabnya adalah kemudahan masuknya budaya barat ke Indonesia.

Dampak negatif globalisasi, di antaranya:

  • Akulturasi: Ditandai dengan memudarnya nilai atau norma budaya timur. Nilai atau norma itu sudah mulai tidak dipedulikan lagi atau bahkan digantikan dengan budaya baru.

  • Sekularisme: Sebuah ideologi yang meyakini bahwa sebuah institusi harus terpisah dari agama. Hal ini menyebabkan masyarakat mulai abai dengan perintah dan larangan yang ada di dalam agama atau kepercayaan.

  • Individualistis: Dampak dari berkembangnya teknologi komunikasi. Masyarakat yang sebelumnya guyub rukun karena silaturahmi, kini menjadi terbatas pergerakannya melalui ponsel pintar dan jaringan internet.

  • Pragmatisme: Penilaian terhadap sesuatu dari dampaknya untuk diri sendiri. Globalisasi bisa menyebabkan manusia menjadi egois dan meruntuhkan sikap saling tolong menolong antar manusia.

  • Materialisme: Menyatakan bahwa tujuan atau nilai tertinggi dari seseorang adalah kesenangan atau kekayaan. Materialisme meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada. Bertentangan dengan Indonesia yang meyakini sepenuhnya adanya Tuhan.

  • Hedonisme: Tidak jauh berbeda dengan materialisme, masyarakat dengan paham hedonisme cenderung hidup dengan berfoya-foya dan sebebas-bebasnya.

  • Konsumerisme: Proses konsumsi barang atau jasa yang berlebihan. Hal ini disebabkan pula oleh gaya berpakaian dari luar yang terus masuk dan mempengaruhi gaya berpakaian secara umum masyarakat.

Demikian penjelasan mengenai dampak globalisasi di bidang sosial budaya yang terjadi di Indonesia. (SP)