Dampak Historiografi Kolonial bagi Masyarakat Indonesia dan Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Historiografi kolonial merupakan sejarah atau cara menulis sejarah yang dilaksanakan oleh penjajah maupun orang yang berada pada kubu penjajah. Dampak historiografi kolonial bagi masyarakat Indonesia adalah munculnya perbedaan pandangan sejarah.
Bukan hanya itu, ada dampak lain yang lebih spesifik akibat dari adanya historiografi kolonial. Untuk mengetahui dampak dan contohnya, simak di sini!
Dampak Historiografi Kolonial bagi Masyarakat Indonesia
Bambang Purwanto dan Ratna Sapta dalam buku berjudul Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia menjelaskan bahwa historiografi kolonial memberi gambaran tentang sejarah yang diambil dari sudut pandang para penjajah.
Pada penulisan sejarah tersebut, merendahkan peran serta perspektif bangsa yang sudah dijajah. Historiografi kolonial ini banyak digunakan untuk membenarkan hingga mempertahankan kekuasaan pemerintahan kolonial.
Adanya historiografi kolonial memiliki dampak sebagai berikut:
1. Memengaruhi Pengetahuan Generasi Selanjutnya
Adanya historiografi kolonial bisa memengaruhi pengetahuan dan pandangan generasi selanjutnya terhadap suatu sejarah. Hal ini terjadi sebab historiografi kolonial menjadi alat dan sumber utama maupun satu-satunya yang mudah diakses oleh masyarakat.
Kondisi yang demikian akan memengaruhi cara pandang dan pengetahuan masyarakat tentang sejarah yang sebenarnya.
2. Memicu Reaksi atau Kritik dari Bangsa yang Terjajah
Historiografi kolonial bisa memicu reaksi maupun kritik dari bangsa yang terjajah. Kenapa demikian? Karena bangsa yang terjajah akan berusaha menolak, mengkritik, menentang, bahkan merevisi sejarah yang telah tertulis oleh penjajah.
Dengan demikian, historiografi kolonial bisa melahirkan, memancing, bahkan mendorong munculnya berbagai gerakan anti-kolonialis, gerakan nasionalis, serta revolusioner dari bangsa yang terjajah.
3. Mempertahankan dan Memperpanjang Dominasi atas Penjajah
Dampak dari historiografi kolonial adalah bisa mempertahankan dan memperpanjang dominasi para penjajah di tanah bangsa yang terjajah. Adanya historiografi kolonial bisa sebagai alat mempertahankan serta memperpanjang masa kekuasan penjajah.
Bahkan, mereka bisa semakin kuat mempertahankan kepemimpinannya dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, serta ideologis pada bangsa yang mereka jajah.
Atas hal inilah, historiografi kolonial bisa sebagai penghambat serta penghalang proses dekolonisasi maupun pembebasan bangsa yang terjajah.
Contoh Historiografi Kolonial
Fajriudin dalam buku berjudul Historiografi Islam: Konsepsi dan Asas Epistemologi Ilmu Sejarah dalam Islam menjelaskan bahwa beberapa contoh karya historiografi kolonial yang populer adalah:
Karya Raffles dengan judul History of Java.
Karya H.J. de Graaf dengan judul Geschiedenis van Indonesia (Sejarah Indonesia).
Karya B.H.M. Vleke dengan judul Geschiedenis van den Indischen Archipel (Sejarah Nusantara).
Demikianlah dampak historiografi kolonial bagi masyarakat Indonesia dan contohnya. Semoga bermanfaat! (eK)
