Dampak Negatif AFTA di Indonesia dan Tujuan Pemberlakuannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ASEAN Free Trade Area atau AFTA adalah suatu perjanjian perdagangan bebas antara negara-negara Asia Tenggara. Adanya perjanjian ini memberikan dampak bagi setiap negara, termasuk Indonesia. Adapun salah satu dampak negatif AFTA di Indonesia adalah munculnya persaingan industri.
Isgiyarta dalam Dampak AFTA dan NAFTA terhadap Imperialisme Ekonomi Global menyebutkan bahwa adanya AFTA bertujuan untuk menciptakan perdagangan yang lebih bebas.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai dampak negatif AFTA di Indonesia, simak selengkapnya di artikel berikut.
Sejarah Pembentukan AFTA
Sebelum mencari tahu tentang dampak negatif AFTA di Indonesia, pahami dulu sejarahnya. Jadi, AFTA adalah suatu perjanjian atau kebijakan antara negara-negara ASEAN guna membentuk wilayah perdagangan bebas.
AFTA dibentuk tanggal 28 Januari 1992 pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-4 yang dilaksanakan di Singapura. Pembentukan perjanjian tersebut bermula dari perkembangan ekonomi di setiap negara Asia Tenggara.
Organisasi perdagangan bebas tersebut bertujuan untuk menurunkan tarif sekaligus menghapus hambatan non tarif di lingkup perdagangan mulai 2002.
AFTA mulai diberlakukan pada 1 Januari 2002 di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, serta Brunei Darussalam. Sementara itu, di Vietnam, Myanmar, serta Laos baru berlaku pada 2006, serta tahun 2020 di Kamboja.
Tujuan AFTA
Pembentukan AFTA telah mendapatkan kesepakatan dari negara-negara anggota ASEAN. Kerja sama tersebut membuat negara-negara Asia Tenggara mampu mengembangkan perekonomiannya. Adapun sejumlah tujuan AFTA adalah:
Menghapus biaya pajak ekspor serta impor negara-negara di Asia Tenggara.
Meningkatkan daya saing ekonomi di antara negara Asia Tenggara dengan cara menjadikan kawasan ASEAN sebagai sasaran pasar dunia.
Menarik investor asing ke Asia Tenggara guna meningkatkan perdagangan di kawasan ASEAN.
Dampak Negatif AFTA di Indonesia
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, Indonesia termasuk sebagai negara bagian dari AFTA. Selain membantu meningkatkan perekonomian, penerapan AFTA juga memiliki dampak negatif. Adapun dampak negatif AFTA di Indonesia adalah:
Melimpahnya produk luar negeri bisa mematikan produk lokal.
Terjadinya persaingan industri di antara produk dalam serta luar negeri.
Dengan penentuan tarif 0%, maka bisa menyebabkan nilai ekspor menjadi lebih rendah dibandingkan dengan impor.
Banyaknya produsen tekstil di dalam negeri bisa membuat aktivitas produksi.
Berisiko menghambart pertumbuhan sektor industri.
Demikian informasi mengenai dampak negatif AFTA di Indonesia dan tujuan pemberlakuannya. [ENF]
