Konten dari Pengguna

Dampak Pengangguran Friksional beserta Penyebab dan Solusinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak pengangguran friksional. Sumber: Anna Shvets/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak pengangguran friksional. Sumber: Anna Shvets/pexels.com

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang terjadi karena kesulitan sementara untuk mempertemukan antara pihak pemberi kerja serta pelamar. Adapun dampak pengangguran friksional adalah bisa menurunkan produktivitas tenaga kerja.

Primandari, dalam Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Selatan Periode Tahun 2004–2018, menyebutkan bahwa adanya pengangguran friksional ini berkaitan dengan perekonomian suatu wilayah.

Untuk mengetahui dampak pengangguran friksional, baca artikel ini sampai selesai.

Dampak Pengangguran Friksional

Ilustrasi dampak pengangguran friksional. Sumber: Anna Shvets/pexels.com

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang terjadi secara temporal. Hal ini terjadi karena pemberi pekerjaan membutuhkan waktu untuk menunggu tenaga kerja atau kesulitan untuk mempertemukan keduanya.

Biasanya, kondisi ini terjadi akibat lulusan baru yang tengah mencari pekerjaan pertama maupun karyawan baru yang berencana mencari pekerjaan lain. Adapun beberapa dampak pengangguran friksional adalah:

  1. Produktivitas tenaga kerja menurun.

  2. Berpotensi menyebabkan tenaga kerja stres, depresi, hingga frustasi.

  3. Produktivitas tenaga kerja yang menurun bisa menyebabkan kerugian ekonomi.

Penyebab Pengangguran Friksional

Adanya pengangguran friksional ini terjadi karena beberapa faktor. Adapun sejumlah faktor penyebab pengangguran friksional antara lain:

  1. Pencari kerja merasa tidak puas dengan pekerjaan yang diperoleh karena tidak sesuai keinginannya.

  2. Jumlah tenaga kerja serta lapangan kerja yang tersedia cenderung tidak seimbang, sehingga membuat tenaga kerja kesulitan untuk mencari pekerjaan.

  3. Pencari kerja yang tidak berinisiatif untuk mencari lowongan pekerjaan.

  4. Proses rekrutmen yang terlalu lama dan panjang sehingga membuat pencari kerja menganggur sementara.

  5. Pergeseran permintaan barang oleh masyarakat sehingga turut mengubah permintaan tenaga kerja.

  6. Adanya alasan pribadi, seperti hendak bersekolah lagi, sakit, atau harus pindah tempat tinggal.

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran friksional. Adapun beberapa cara mengatasi pengangguran friksional adalah:

  1. Meningkatkan fleksibilitas terhadap posisi yang dibuka sehingga lebih banyak menarik perhatian pelamar kerja.

  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan diri.

  3. Meningkatkan informasi terkait lowongan pekerjaan.

  4. Menghindari prasangkan terhadap pekerja maupun pekerjaan.

  5. Membangun industri padat karya baru.

  6. Aktif dalam mencari tahu informasi mengenai lowongan pekerjaan dan mengikuti perkembangan teknologi.

Demikian informasi seputar dampak pengangguran friksional, penyebab, dan cara mengatasinya. [ENF]