Dampak Perang Tondano 2 dan Sejarah Singkatnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perang Tondano 2 terjadi karena ada paksaan dari Belanda agar rakyat Minahasa menjadi anggota tentara Belanda. Dampak Perang Tondano 2 tentu saja sangat terasa, terutama bagi kedua pihak yang berselisih.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai Perang Tondano 2? Di bawah ini, akan dijelaskan sejarah singkat juga dampak Perang Tondano 2.
Dampak Perang Tondano 2
Perang Tondano 2 disebabkan karena waktu itu Daendels yang menjadi gubernur Belanda mendapatkan tugas untuk mempertahankan wilayah Jawa dari akuisisi Inggris.
Salah satu caranya dengan merekrut tenaga pribumi yang dipilih dari suku-suku yang memiliki keberanian dalam berperang untuk membantu Belanda melawan Inggris.
Suku-suku tersebut, antara lain suku Dayak, Madura, dan Minahasa. Minahasa sendiri ditargetkan terkumpul 2.000 pasukan untuk dikirim ke Jawa.
Namun, orang Minahasa tidak setuju dengan usul tersebut hingga banyak pemimpin desa yang meninggalkan rumah demi memerangi VOC yang pergerakannya berpusat di Tondano.
berdasarkan buku Super Complete IPS SMA/MA karya Meity dan Utep dipaparkan bahwa akhirnya terjadi perang antara rakyat Minahasa dengan VOC pada 23 Oktober 1808.
Dalam buku Sejarah Daerah Sulawesi Utara dijelaskan bahwa Tonliang dan Toulimambot sebagai kepala walak Tondano, dibantu oleh kepala bawahannya, yaitu Tewu dan Matulandi.
Termasuk kepala walak Tomon Londo, semua turut aktif dalam membantu Tondano. Hingga pada Februari 1809, Belanda berhasil menaklukkan 13 walak, tapi Tondano tetap bertahan.
Sebagai dampak dari Perang Tondano 2 tersebut, 100 orang telah tewas dan 50 rumah terbakar. Beruntung musim hujan kala itu membuat kebakaran berhenti dan Belanda juga menghentikan serangan.
Selain jatuhnya korban dari kedua belah pihak dan juga kerugian materi dan non materi dari keduanya, jatuhnya Tondano ke tangan Belanda juga memperburuk penderitaan rakyat.
Rakyat Minahasa terpaksa menjelajahi hutan karena dikejar oleh tentara Belanda. Mereka juga hanya bisa makan sagu dan juga nasi yang telah rusak.
Belanda berjanji akan memberikan ampun kepada pemberontak asal mereka mau mengakui kekuasaan Belanda, tapi hal itu tidak pernah terjadi karena Inggris lebih dulu mengambil alih kekuasaan Belanda di Minahasa pada 1810.
Demikian pembahasan mengenai sejarah singkat juga dampak Perang Tondano 2 yang terjadi di Indonesia. (SP)
