Dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang dan Latar Belakangnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah peristiwa peperangan antara tentara Jepang melawan rakyat Semarang. Adapun salah satu dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah menewaskan ribuan orang.
Kelvin dalam Perancangan Komik Shoujo “Pertempuran Lima Hari” untuk Membangkitkan Kembali Semangat Nasionalisme Pelajar Sekolah Menengah Atas di Indonesia menyampaikan bahwa Pertempuran 5 Hari di Semarang berlangsung pada 1945.
Untuk mengetahui latar belakang dan dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang, simak selengkapnya di artikel ini.
Latar Belakang Pertempuran 5 Hari di Semarang
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang, sebaiknya cari tahu dulu latar belakangnya. Jadi, Pertempuran 5 Hari di Semarang berlangsung pada 15-20 Oktober 1945.
Perlawanan tersebut terjadi antara rakyat Semarang melawan pihak Jepang. Latar belakang Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah ketika pihak Jepang tidak mau menyerahkan senjata kepada para pemuda usai menyerah kepada sekutu.
Peristiwa tersebut terjadi usai Indonesia merdeka, sehingga banyak pemuda bersemangat untuk mengambil senjata yang berada di pos Jepang. Sayangnya, penyerahan senjata yang berlangsung di Semarang berjalan tidak lancar.
Di samping itu, penyebab Pertempuran 5 Hari di Semarang lainnya adalah aksi tawanan Jepang yang melarikan diri, sehingga membuat masyarakat setempat marah. Terlebih lagi, kala itu terdapat peristiwa terbunuhnya dr. Kariadi, seorang Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat.
Akhirnya, Pertempuran 5 Hari di Semarang berlangsung mulai tanggal 15 Oktober 1945 ketika Angkatan Muda Semarang atas dukungan Tentara Keamanan Rakyat melawan 2.000 tentara Jepang di Semarang.
Peperangan tersebut terjadi di sejumlah lokasi, seperti Kintelan, Jombang, Pandanaran, serta Simpang Lima. Pertempuran 5 Hari di Semarang terjadi sampai tanggal 20 Oktober 1945, ketika pihak Sekutu berhasil melucuti seluruh senjata Jepang.
Dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang
Pertempuran 5 Hari di Semarang yang berlangsung secara intens menimbulkan sejumlah dampak. Adpaun beberapa dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah menewaskan sekitar 2.000 orang.
Akan tetapi, ada pula sumber yang menyebutkan bahwa pihak yang tewas adalah 300 atau 187 orang. Di samping itu, ada beberapa orang yang terluka dan ratusan orang dinyatakan hilang.
Demikian beberapa informasi mengenai latar belakang dan dampak Pertempuran 5 Hari di Semarang. [ENF]
