Dampak Positif Transmigrasi yang Terjadi di Masyarakat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah transmigrasi sudah dikenal sejak tahun 1927. Di mana Presiden Soekarno untuk pertama kalinya menyebut istilah tersebut melalui Harian Soeloeh Indonesia.
Sejak pelaksanaannya pada tahun 1950, ada sejumlah dampak positif transmigrasi yang telah dirasakan oleh masyarakat.
Simak pembahasan mengenai dampak positif transmigrasi yang terjadi di masyarakat dalam ulasan di bawah ini.
Dampak Positif Transmigrasi
Setelah disebut pertama kali oleh Soekarno, kemudian dalam Konferensi Ekonomi di Kaliurang, Yogyakarta pada 3 Februari 1946, Bung Hatta turut menyebutkan pentingnya transmigrasi dalam rangka mendukung pembangunan industrialisasi di area luar Jawa.
Transmigrasi dilakukan pertama kali pada 12 Desember 1950 dengan memberangkatkan 25 kepala keluarga dengan total 98 jiwa ke Lampung dan ke Lubuk Linggau. Sejak saat itulah, setiap tanggal 12 Desember dijadikan sebagai hari Bakti Transmigrasi.
Pada masa itu, transmigrasi transmigrasi memiliki tujuan untuk memeratakan jumlah penduduk, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan transmigran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, juga menjaga wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, pelaksanaan transmigrasi diketahui telah memberi sejumlah dampak positif. Berdasarkan buku Dasar Kependudukan karya Ruslan Majid, transmigrasi memiliki beberapa dampak positif, yaitu:
Lahan-lahan yang kosong dapat dimanfaatkan.
Penduduk yang bertransmigrasi mendapat kehidupan yang lebih baik.
Meningkatkan produksi, terutama di bidang pertanian.
Mendukung ketahanan pangan dan penyediaan tempat tinggal (papan) bagi masyarakat.
Mempercepat pemerataan penduduk.
Mengurangi jumlah pengangguran, terutama bagi transmigran.
Memberantas kemiskinan, terutama bagi transmigran.
Mendukung kebijakan penggunaan energi alternatif.
Mendukung ketahanan nasional pulau terluar dan juga wilayah perbatasan.
Menurut buku Transmigrasi dan Pengembangan Kawasan Perdesaan oleh Balilatfo, program transmigrasi juga merupakan kegiatan investasi, yaitu human investment dan capital investment.
Sebagai human investment, transmigrasi berdampak positif dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan transmigran juga masyarakat sekitar.
Sementara sebagai capital investment, transmigrasi memberikan dampak positif pada pembangunan daerah.
Hingga saat ini, bisa dilihat beberapa aspek yang dianggap telah berhasil sebagai dampak dari transmigrasi, antara lain membangun pemukiman menjadi ibu kota kabupaten atau kota, terutama di provinsi Sulawesi dan Kalimantan.
Sedangkan di aspek pertanian, kawasan transmigrasi telah berhasil menjadi pusat produksi pangan, perkebunan, dan agribisnis. Begitu juga dalam aspek kependudukan yang telah sukses melahirkan sumber daya manusia yang potensial.
Demikian pembahasan mengenai sejumlah dampak positif transmigrasi yang terjadi di masyarakat. (SP)
