Definisi, Kelebihan, Kekurangan, dan Contoh Asas Desentralisasi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh asas desentralisasi, yaitu pemerintah pusat menyerahkan urusannya kepada pemerintah daerah, seperti wilayah provinsi atau kabupaten. Contoh tersebut mengacu pada definisi dari asas desentralisasi itu sendiri.
Mengutip dari buku Hukum Pemerintah Daerah dalam Perspektif Kajian Pengelolaan Potensi Lokal karya Adnyani (2018: 88), asas desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom.
Definisi dan Contoh Asas Desentralisasi
Salah satu cara untuk mengetahui contoh asas desentralisasi adalah mengetahui definisi dari asas tersebut terlebih dahulu. Pasalnya, pengetahuan tersebut dapat membantu dalam memahami dan mendapatkan gambaran seputar desentralisasi.
Mengutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VII karya Tim Ganesha Operation (2017: 80), asas desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah pusat kepada daerah atau dari pemerintah daerah di atasnya kepada daerah di bawahnya.
Setelah mengetahui definisi dari asas desentralisasi, setiap orang tentu sudah memiliki gambaran tentang contohnya. Guna memperjelas gambaran tersebut, berikut adalah beberapa contoh dari asas desentralisasi.
Penyerahan urusan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Penyerahan urusan dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kota/kabupaten.
Penyerahan urusan dari pemerintah kota/kabupaten kepada pemerintah kecamatan.
Kelebihan dan Kekurangan Asas Desentralisasi
Asas desentralisasi merupakan fenomena umum yang terjadi dalam lingkup pemerintahan. Hal itu memang merupakan solusi bagi beberapa urusan, seperti agar warga negara mendapatkan informasi yang utuh mengenai layanan kesehatan.
Namun, setiap hal tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Demikian pula dengan asas desentralisasi sebagai penyerahan urusan.
Masih mengutip dari buku yang sama, Tim Ganesha Operation (2017: 80 – 81), berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari asas desentralisasi.
1. Kelebihan
Urusan pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien karena setiap daerah mendapat hak otonomi.
Menghindari monopoli atau kesewenang-wenangan dari pemerintah pusat.
Memperkuat persatuan serta kesatuan Indonesia.
Penanganan terhadap suatu masalah daerah yang bersifat mendesak dapat lebih cepat tanpa menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
Potensi daerah dapat berkembang secara maksimal.
2. Kekurangan
Koordinasi antarstruktur pemerintah sulit terjalin karena pemerintah menjadi lebih kompleks.
Dapat menimbulkan budaya korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Keterbatasan yang dimiliki oleh setiap daerah dapat menghambat pembangunan nasional. Misalnya, keterbatasan anggaran pemerintah daerah dan sumber daya.
Demikian dapat dipahami bahwa contoh asas desentralisasi dapat berupa penyerahan urusan dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kota/kabupaten. Penerapan asas tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan bagi pemerintahan. (AA)
