Konten dari Pengguna

Definisi Segitiga SPK yang Berguna dalam Penyelesaian Konflik

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi segitiga SPK, sumber foto: unsplash.com/CoWomen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi segitiga SPK, sumber foto: unsplash.com/CoWomen

Konflik merupakan peristiwa yang kerap muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Umumnya, konflik muncul karena berbagai faktor, seperti perbedaan pendapat dan latar belakang.

Segitiga SPK adalah salah satu alat bantu untuk menyelesaikan konflik tersebut. Karena jika dibiarkan, konflik dapat menyebabkan perpecahan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Mari simak pembahasan mengenai definisi segitiga SPK dalam ulasan di bawah ini.

Definisi Segitiga SPK

Ilustrasi segitiga SPK, sumber foto: unsplash.com/Annie Spratt

Dikutip dari buku Prasangka, Konflik dan Komunikasi Antarbudaya karya Alo Liliweri, (2018) pengertian segitiga SPK adalah singkatan dari sikap, perilaku, dan konteks. Ini adalah salah satu alat bantu analisis konflik.

Segitiga SPK dapat digunakan untuk memahami penyebab, dinamika, dan solusi dari suatu konflik. Terdapat tiga komponen utama dalam segitiga SPK, yaitu:

1. Konteks atau Situasi

Ini adalah hal yang melatarbelakangi dan menjadi wadah bagi konflik bertumbuh. Konteks dapat mencakup faktor-faktor seperti sejarah, budaya, politik, ekonomi, lingkungan, dan lain-lain yang mempengaruhi kondisi dan kepentingan para pihak yang berkonflik.

2. Perilaku

Ini adalah tindakan nyata yang dilakukan oleh para pihak yang berkonflik sebagai respons terhadap konteks dan sikap mereka. Perilaku dapat bersifat kooperatif atau kompetitif, damai atau kekerasan, terbuka atau tertutup, dan lain-lain.

Perilaku dapat memperburuk atau memperbaiki konflik tergantung pada cara mereka berinteraksi dengan pihak lain.

3. Sikap

Ini adalah pandangan, persepsi, emosi, nilai, dan keyakinan yang dimiliki oleh para pihak yang berkonflik terhadap konteks dan perilaku mereka sendiri maupun pihak lain.

Sikap dapat bersifat positif atau negatif, rasional atau irasional, fleksibel atau kaku, dan lain-lain. Sikap dapat mempengaruhi perilaku dan sebaliknya.

Tujuan Segitiga SPK

Ilustrasi segitiga SPK, sumber foto: unsplash.com

Tujuan dari segitiga SPK adalah untuk mengidentifikasi ketiga komponen tersebut pada setiap pihak yang berkonflik dan melihat bagaimana mereka saling berhubungan dan memengaruhi satu sama lain.

Artinya, segitiga SPK bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi sumber, akibat, dan harapan konflik.

Selain itu, segitiga SPK juga diterapkan guna menemukan titik-titik masalah yang dapat diintervensi untuk mencari solusi konflik yang efektif dan damai.

Baca juga: Memahami Pengertian Jaringan Sosial beserta Jenisnya

Demikian pembahasan mengenai definisi segitiga SPK yang kerap digunakan dalam penyelesaian konflik.

Kesimpulannya, segitiga SPK adalah satu alat analisis dalam sebuah konflik yang bisa digunakan untuk membantu menyelesaikan konflik. (WWN)