Konten dari Pengguna

Domei: Pengertian, Tugas, dan Sejarah Singkatnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Domei. Sumber: brotiN biswaS/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Domei. Sumber: brotiN biswaS/Pexels.com

Domei adalah kantor berita kekaisaran Jepang yang berdiri saat Perang Dunia Kedua. Kantor ini berdiri pada Oktober 1942. Kantor ini berperan penting dalam penyebaran proklamasi di Indonesia.

Untuk mengetahui pengertian, tugas, dan sejarah singkatnya, simak di sini!

Pengertian Domei

Foto Hanya Ilustrasi: Domei. Sumber: Ono Kosuki/Pexels.com

Drs. Tugiyono dalam buku berjudul Pengetahuan Sosial Sejarah menjelaskan bahwa Domei beroperasi mulai tahun 1935 sampai 1945. Kantor berita Domei kini bernama Kantor Berita Antara.

Domai merupakan hasil akhir atas upaya bertahun-tahun para jurnalis serta pebisnis Jepang dalam membuat kantor berita nasional di Jepang yang bisa bersaing dengan Reuters dan kantor berita lain yang telah diakui Internasional.

Saat Perang Dunia II berlangsung, kantor berita Domei ada di bawah kendali Kementerian Komunikasi, kementerian pra-perang yang setingkat dengan kabinet dalam pemerintahan Jepang.

Tugas Domei

Domei bertugas sebagai berikut:

  1. Mengelola jaringan kantor di luar Jepang.

  2. Mengirimkan wartawan ke seluruh negara sekutu dan netral.

  3. Terlibat dalam industri radio dan film.

  4. Kantor berita tersebut mengumpulkan informasi dan berita dari berbagai sumber untuk disampaikan kepada militer dan pemerintah.

  5. Memproduksi beragam karya propaganda yang ditujukan ke luar negeri.

  6. Mengeluarkan berita kepada khalayak yang sudah disensor supaya sejalan dengan aturan pemerintah, menyiarkan berita dalam bahasa Jepang serta bahasa utama Eropa lewat jejaring stasiun radio yang luas.

Sejarah Singkat Penyebaran Proklamasi Indonesia

Anwar Kurnia dan H. Moh. Suryana dalam buku berjudul Sejarah SMP Kelas VIII menjelaskan bahwa penyebaran berita proklamasi yang efektif dilakukan lewat media sosial.

Syahrudin, seorang wartawan kantor berita Domei, sejak pagi hari pada 17 Agustus 1945 telah mendapatkan salinan naskah proklamasi. Ia menyampaikan salinan naskah kepada Kepala Bagian Radio Domei, Waidan B. Panelewen.

Segera ia memerintahkan F. Wuz seorang markonis atau petugas telekomunikasi untuk menyiarkan berita proklamasi. Pada pukul 19.00 ketika siaran warta berita, naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berhasil disiarkan lewat radio.

Pihak Jepang berusaha meralat berita tersebut dan menyatakan sebagai kekeliruan. Kemudian, kantor berita Domei disegel dan pegawainya dilarang masuk sejak 20 Agustus 1945. Pegawai tidak kalah cerdik, mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31.

Beberapa teknisi radio bekerja membangun pemancar baru dengan alat pemancar yang diambil dari kantor berita Domei bagian demi bagian. Pemancar radio gelap inilah yang berhasil memuat berita proklamasi terus disiarkan.

Kantor berita Domei Bandung baru menerima berita proklamasi pukul 11.15 WIB. Sementara masyarakat Yogyakarta menerima berita tersebut pukul 12.00 WIB. Sejak itu, berita proklamasi dapat tersiar dengan cepat ke penjuru kota di Indonesia.

Demikianlah penjelasan tentang domei dan sejarahnya. (eK)