Ekspansi Wilayah Bani Abbasiyah beserta Kebijakannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bani Abbasiyah adalah dinasti yang berkuasa setelah Bani Umayyah. Adapun ekspansi wilayah Bani Abbasiyah sendiri meliputi daerah yang sebelumnya telah dikuasai oleh Bani Umayyah, meluas ke China, hingga India.
Menurut Daulay dan Dahlan dalam penelitiannya bertajuk Masa Keemasan Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah, mayoritas wilayah kekuasaan Bani Abbasiyah menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resminya.
Untuk mengetahui lebih lanjut seputar ekspansi wilayah Bani Abbasiyah, simak penjelasan berikut ini.
Ekspansi Wilayah Bani Abbasiyah
Bani Abbasiyah didirikan oleh Abdullah As-Saffah bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas atau dikenal sebagai Abu Abbas As-Saffah. Dinasti Abbasiyah berdiri pada 132 M atau 750 H. Total khalifah Bani Abbasiyah sendiri mencapai 37 orang.
Semasa pemerintahan Bani Abbasiyah, wilayah peradaban Islam berkembang sangat pesat. Bahkan, Dinasti Abbasiyah bukan hanya bersifat Arab murni, tetapi juga telah memperoleh pengaruh peradaban Romawi Timur, Persia, hingga Mesir.
Adapun ekspansi wilayah Bani Abbasiyah mulai dari daerah kekuasaan Bani Umayyah, yairu Hijaz, Oman, Yaman Utara dan Selatan, Kuwait, Persia, Irak, Palestina, Yordania, Tunisia, Mesir, Lebanon, Maroko, Aljazair, Afghanistan, Pakistan, Spanyol, lalu meluas sampe ke Turki, China, hingga India.
Kebijakan-Kebijakan Khalifah pada Masa Bani Abbasiyah
Selain melakukan ekspansi wilayah, selama pemerintahan Bani Abbasiyah juga terdapat berbagai kebijakan yang berhubungan dengan kemajuan peradaban Islam. Adapun sejumlah kebijakan Bani Abbasiyah adalah.
Pemindahan ibu kota Bani Abbasiyah, dari Hasyimiyah ke Kota Baghdad.
Mengembangkan Kota Baghdad menjadi kota terbuka untuk seluruh peradaban. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan budaya dalam peradaban Islam.
Rakyat dibekali dengan ilmu pengetahuan, akidah, ibadah, serta filsafat.
Memberikan hak penuh terhadap menteri keturunan Persia untuk menjalankan roda pemerintahan. Alhasil, mereka pun berperan penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan budaya di masa Bani Abbasiyah.
Mempunyai kecukupan harta dalam Baitul Maal, hasil rampasan perang dari kemenangan-kemenangan ketika menjalani peperangan.
Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, membangun perpustakaan, hingga perguruan tinggi. Dalam hal ini, masyarakat juga didukung dengan berbagai buku maupun lembaga pendidikan, sehingga juga turut banyak melahirkan ilmuan.
Demikian penjelasan mengenai ekspansi wilayah Bani Abbasiyah dan kebijakannya. [ENF]
