Konten dari Pengguna

Fakta Sejarah tentang Bayt Al-Hikmah, Perpustakaan Terbesar Irak

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fakta sejarah tentang Bayt Al-Hikmah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fakta sejarah tentang Bayt Al-Hikmah. Foto: Pixabay

Fakta sejarah tentang Bayt Al-Hikmah yang terletak di Baghdad, Irak, dan merupakan perpustakaan Islam terbesar di dunia, memang menarik untuk disimak.

Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai fakta sejarah tentang Bayt Al-Hikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan dan budaya pada masanya.

Fakta Sejarah tentang Bayt Al-Hikmah

Ilustrasi fakta sejarah tentang Bayt Al-Hikmah. Foto: Pixabay

Buku Tata Kelola Pemerintahan dalam Islam Sejarah Kepemimpinan Khalifah Harun Al-Rashid dan Khalifah Abd Al-Rahman Al-Nasir karya Ibnu Rusydi, menjelaskan secara rinci mengenai Bayt Al-Hikmah.

Bayt Al-Hikmah berarti rumah kebijaksanaan atau rumah pengetahuan yang merupakan sebuah perpustakaan, akademi, sekaligus biro penerjemah.

Bayt Al-Hikmah merupakan pusat kegiatan ilmiah, di mana buku dari bahasa Yunani, Syria, dan Persia, diterjemahkan dalam bahasa Arab oleh ahli.

Bayt Al-Hikmah adalah perpustakaan besar pertama yang terletak di Baghdad pada masa Dinasti Abbasiyah sekaligus pusat perpustakaan Islam paling terkenal dalam sejarah.

Perpustakaan tersebut dibangun pada masa khalifah Harun Al-Rashid yang dilanjutkan pada masa khalifah Al-Amin yang kemudian direnovasi oleh khalifah Al-Ma'mun padan 832 M.

Pada masa khalifah Al-Ma'mum pula, Bayt Al-Hikmah mengalami banyak kemajuan pesat dan banyak mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat pada abad ke-9 dan 10.

Perpustakaan tersebut memiliki ribuan koleksi manuskrip dan buku yang mencakup berbagai bidang ilmu, seperti sastra, filsafat, matematika, dan astronomi.

Bayt Al-Hikmah disebut juga Baghdad Academy of Sciences yang menggabungkan perpustakaan, sanggar sastra, pusat studi, dan observatorium.

Perpustakaan tersebut kemudian menjadi pusat studi ilmu pengetahuan, sehingga banyak orang terpelajar yang berkunjung dari berbagai penjuru negeri untuk belajar.

Akhir perpustakaan Islam tersebut lebih lanjut dibahas melalui buku Sejarah dan Perbandingan Perkembangan Perpustakaan di Dunia karya Rhoni dan Hum.

Dijelaskan bahwa Bayt Al-Hikmah bertahan hingga tahun 1258 M setelah penyerangan dari bangsa Mongol ke Baghdad. Kehancurannya juga berarti menghilangnya berbagai manuskrip dan buku.

Kendati demikian, keberadaan Bayt Al-Hikmah merupakan salah satu contoh penting dalam sejarah perpustakaan Islam sekaligus perkembangan ilmu dan filsafat Islam di masa itu.

Demikian adalah fakta sejarah tentang Bayt Al-Hikmah yang merupakan perpustakaan terbesar di Baghdad, Irak. (SP)