Konten dari Pengguna

Faktor-faktor yang Memengaruhi Sebaran Flora dan Fauna di Nusantara

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna. Foto: Pixabay

Keanekaragaman flora dan fauna di suatu wilayah tidak lepas dari kondisi wilayah tersebut. Dukungan kondisi wilayah terhadap flora dan fauna dapat faktor fisik serta nonfisik.

Umumnya faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna di Indonesia, antara lain iklim, tanah, relief, serta biotik. Simak penjelasannya di bawah ini.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Sebaran Flora dan Fauna

Ilustrasi faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna

Dikutip dari buku Modul Pembelajaran Geografi yang ditulis oleh Alwin, berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna di Indonesia.

1. Iklim

Aspek iklim yang berbeda di setiap wilayah berdampak pada keragaman flora dan fauna.

Sebagai contoh, wilayah dengan iklim tropis akan memiliki banyak jenis flora karena curah hujan yang tinggi serta cahaya matahari yang cukup.

Sementara itu, tidak banyak jenis flora yang bisa hidup di wilayah dengan iklim panas dan kering. Hanya ada segelintir jenis tanaman yang bisa bertahan hidup di iklim panas dan kering, seperti kaktus yang bisa menyimpan cadangan air.

2. Tanah (Edafik)

Tanah banyak mengandung unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

Perbedaan pada bahan induk tanah, kadar kimia, struktur, tekstur, suhu, dan kondisi air tanah dapat menyebabkan perbedaan jenis flora dan fauna.

Contohnya adalah hutan sabana yang mendominasi di wilayah Nusa Tenggara. Hal tersebut disebabkan karena tanah di sana yang kurang subur.

3. Relief (Fisiografi)

Faktor ini menitikberatkan pada ketinggian suatu wilayah dari permukaan laut. Semakin tinggi suatu wilayah maka semakin rendah juga suhu udaranya, begitu juga sebaliknya. Artinya, kawasan dengan suhu lembab akan memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang lebih kaya.

4. Biotik (manusia, hewan, dan tumbuhan)

Manusia memiliki kendali penuh terhadap suatu kondisi alam. Misalnya aktivitas membakar hutan untuk membuka lahan perkebunan baru. Hal tersebut akan berdampak pada flora dan fauna yang tumbuh di area tersebut.

Alih-alih merusak, manusia bisa melindungi flora dan fauna dengan membangun cagar alam atau taman nasional. Kegiatan tersebut dapat membantu mempertahankan eksistensi keanekaragaman flora dan fauna.

Demikian pembahasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna di Nusantara. (SP)