Faktor Pendorong Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
9 Maret 2024 23:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi faktor pendorong perang dingin, sumber foto: Brandon Faloona by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi faktor pendorong perang dingin, sumber foto: Brandon Faloona by pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Perang Dingin merupakan perang karena persaingan ideologi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat memperebutkan negara-negara lain. Faktor pendorong Perang Dingin adalah Amerika Serikat yang menentang paham komunis sosialis yang dianut Soviet.
ADVERTISEMENT
Namun, Perang Dingin ini berbeda dengan perang-perang yang pernah terjadi di dunia karena tidak melibatkan serangan militer. Kedua negara yang terlibat justru bersaing secara politik, ekonomi, dan propaganda.
Dikutip dari buku Perang Dingin: Seri Pengantar Politik Global karya Richard W. Mansbach & Kirsten L. Rafferty, Dr. Sufyanto, dan Amat Asnawi, berikut faktor terjadinya Perang Dingin.

Faktor Pendorong Perang Dingin

Ilustrasi faktor pendorong perang dingin, sumber foto: Plato Terentev by pexels.com
Perang Dingin berlangsung sejak 12 Maret 1947 hingga 26 Desember 1991 yang sangat mencemaskan bagi penduduk dunia. Berikut beberapa faktor pendorong Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet:

1. Perbedaan Ideologi

Faktor yang pertama yaitu Amerika Serikat yang menentang paham komunis sosialis yang dianut oleh Uni Soviet. Hal ini juga yang membuat Perang Dingin lebih identik dengan perkembangan ideologi.
ADVERTISEMENT
Amerika Serikat semakin geram dengan Uni Soviet yang berhasil mempengaruhi banyak negara. Sehingga Amerika Serikat membuat program untuk memberi bantuan dan membangun pasukan ke negara-negara asuhannya.

2. Banyak Negara Baru Merdeka

Banyak negara di luar Benua Eropa yang merdeka setelah berakhirnya Perang Dunia II. Negara-negara yang baru merdeka ini menjadi incaran Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menyebarkan pengaruhnya, sehingga memicu Perang Dingin.

3. Senjata Nuklir

Amerika Serikat dan Uni Soviet memang memiliki senjata nuklir yang sama-sama besar, bahkan melebihi bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun keduanya memilih untuk tidak bersaing menggunakan senjata militer.
Jadi selama perang berlangsung, Blok Barat dan Blok Timur bersaing dalam berbagai bidang seperti perlombaan senjata, teknologi, ekonomi dan pengetahuan. Bahkan kedua negara tersebut juga bersaing dalam kemampuan luar angkasa.
ADVERTISEMENT
Meski tidak menggunakan senjata nuklir, baik Amerika Serikat atau Uni Soviet tetap mengembangkan senjata nuklirnya. Hal ini tentu saja membuat negara-negara di seluruh dunia khawatir.
Ada tiga faktor pendorong Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang Dingin ini bukan hanya berdampak bagi Amerika Serikat dan Uni Soviet saja, tetapi juga berbagai negara-negara lain di dunia. (DSI)