Filosofi Ogoh-ogoh dalam Kehidupan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain sebagai tradisi, ogoh-ogoh ternyata juga punya filosofi yang cocok menjadi pembelajaran dalam hidup.
Hendra Fu dalam buku ASEAN Escape Jelajah 10 Negara Asia Tenggara menjelaskan bahwa ogoh-ogoh merupakan patung yang pada umumnya terbuat dari rangkaian karton, rotan, dan kayu menyerupai suatu karakter yang diberi cat warna-warni.
Karakter tersebut merupakan gambaran dari kepercayaan umat Hindu yang biasanya dewa-dewa.
Lalu, apakah filosofi ogoh-ogoh dalam kehidupan kita? Simak pembahasannya dalam artikel ini.
Mengenal Ogoh-ogoh
Adanya ogoh-ogoh adalah bentuk gambaran dari Butha Kala yang menyebarkan energi buruk ke dalam diri manusia. Ogoh-ogoh dibentuk dalam wujud seram dan ukuran besar.
Pembuatan patung ini pertama kali dimulai oleh masyarakat Bali sejak tahun 1983 ketika pemerintah menetapkan hari raya Nyepi menjadi hari libur nasional.
Ogoh-ogoh akan diarak di tengah keramaian pada masing-masing banjar. Maksud dari arakan ini adalah untuk penyucian banjar karena dipercaya adanya ogoh-ogoh dapat mengusir berbagai kejahatan.
Masyarakat pun menunjukkan rasa gembira dalam bentuk ogoh-ogoh. Bahkan, kesenian ini kini sudah dikenal luas sampai mancanegara.
Tradisi Ogoh-ogoh
Tradisi ogoh-ogoh dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi. Pelaksanaannya dilakukan dengan pawai atau parade dengan iringan gamelan khas Bali, bleganjur patung.
Sebelum memulai acara, peserta umumnya meminum minuman keras tradisional yaitu arak.
Ogoh-ogoh akan diarak ke arah sema atau tempat bersemayamnya umat Hindu sebelum pambakaran dan ketika pembakaran mayat. Setelah itu, ogoh-ogoh akan dibakar.
Filosofi Ogoh-ogoh
Bagi masyarakat Bali, ogoh-ogoh bukan sekedar patung yang dibawa keliling desa lalu dibakar saja. Namun ogoh-ogoh adalah gambaran dari sifat buruk, kegelapan, dan kejahatan dalam diri manusia.
Dengan adanya ogoh-ogoh, masyarakat di Bali ingin membuang jauh-jauh berbagai sifat buruk tersebut dan hadir kembali suci untuk persiapan Hari Nyepi.
Makna lainnya yaitu pertunjukan ogoh-ogoh memiliki filosofi dimana manusia harus menjaga sumber daya maupun alam agar tidak merusak lingkungan. Hal ini beralasan karena ogoh-ogoh juga menjadi simbol kekuatan alam yang dapat membahayakan kehidupan manusia.
Nah, itu dia sekilas mengenai ogoh-ogoh, sebuah tradisi kesenian dari Bali yang menyimpan banyak makna dan filosofi. (LAU)
