Konten dari Pengguna

Filsuf Yunani Kuno Murid Plato dan Pemikirannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi filsuf yunani kuno murid plato. Sumber: Jose Antonio Gallego Vázquez/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi filsuf yunani kuno murid plato. Sumber: Jose Antonio Gallego Vázquez/pexels.com

Filsuf Yunani kuno murid Plato adalah Aristoteles. Dirinya dikenal sebagai ilmuwan Yunani kuno antara tahun 384 hingga 322 Sebelum Masehi. Di samping itu, Aristoteles dikenal dengan jangkauan ilmunya yang luas.

Safa'at dalam Pemikiran Keadilan (Plato, Aristoteles, dan John Rawls) menyebutkan bahwa Aristoteles dianggap sebagai peletak dasar empirisme serta rasionalitas.

Untuk mengetahui penjelasan lengkap mengenai filsuf Yunani kuno murid Plato, simak penjelasan lengkapnya dalam bacaan berikut.

Filsuf Yunani Kuno Murid Plato

Ilustrasi filsuf yunani kuno murid plato. Sumber: Hert Niks/pexels.com

Filsuf Yunani kuno murid Plato adalah Aristoteles. Dirinya dikenal sebagai intelektual besar dalam sejarah Barat karena jangkauan ilmunya yang luas. Aristoteles hidup antara tahun 384 hingga 322 Sebelum Masehi.

Sejumlah ilmu yang dikuasai oleh Aristoteles adalah kimia, botani, biologi, metafisika, fisika, etika, logika, sejarah, retorika, filsafat, psikologi, dan lainnya.

Selain itu, Aristoteles juga dikenal sebagai murid Plato paling berbakat. Dirinya lahir dari keluarga dokter. Ayahnya adalah dokter istana pada masa Raja Amyntas III bernama Nicomachus.

Pada usianya yang ke-17 tahun, Aristoteles belajar ke Plato di Athena. Pada 347 Sebelum Masehi, Plato meninggal dan Aristoteles pun menghabiskan 5 tahunnya di Turki.

Di sini, dirinya melakukan banyak penelitian, mulai dari zoologi, biologi, hingga botani. Dirinya juga menjadi guru dari Alexander Agung, putra Raja Philip II pada 342 Sebelum Masehi.

Pemikiran Aristoteles

Sebagai filsuf berbakat dan memiliki ilmu luas, Aristoteles menyumbangkan banyak pemikiran terhadap peradaban dunia. Adapun beberapa bentuk pemikiran Aristoteles adalah:

  1. Penemu teori logika simbolis atau logika formal. Aristoteles menjelaskan tentang fungsi peran fisik manusia terhadap etika.

  2. Pemikiran tentang manusia, bahwa fungsi utama manusia adalah berpikir secara rasional dan pemikiran bijaksana termasuk sebagai pemikiran rasional terbaik.

  3. Memiliki banyak karya di bidang fisika yang memengaruhi peradaban Yunani kuni, hingga masa Renaisans.

  4. Membagi filsafat menjadi empat bidang, yakni logika, filosofi retorika, filosofi praktika, serta filosofi petika.

  5. Menjadi orang pertama yang mengklasifikasikan spesies biologi dengan sistematis.

Demikian informasi mengenai filsuf Yunani kuno murid Plato dan pemikirannya. [ENF]