Konten dari Pengguna

Hari Kemerdekaan Korea Selatan, Sejarah, dan Peristiwa Pentingnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hari Kemerdekaan Korea Selatan. Unsplash.com/Daniel Bernard
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hari Kemerdekaan Korea Selatan. Unsplash.com/Daniel Bernard

Hari Kemerdekaan Korea Selatan, yang dikenal dengan nama Gwangbokjeol (광복절), adalah salah satu hari libur nasional paling signifikan.

Setiap tahunnya, tanggal 15 Agustus diperingati sebagai hari yang sangat berarti bagi seluruh masyarakat Korea Selatan.

Hari Kemerdekaan Korea Selatan

Ilustrasi Hari Kemerdekaan Korea Selatan. Unsplash.com/Lauren Seo

Hari Kemerdekaan Korea Selatan atau Gwangbokjeol memiliki arti secara makna dan bahasa.

Dikutip dari 90daykorean.com, Kata Gwangbokjeol berasal dari tiga karakter Korea, yaitu 광 (gwang) yang artinya “cahaya,” 복 (bok) artinya “pemulihan,” dan 절 (jeol) artinya “hari raya.”

Secara harfiah, Gwangbokjeol berarti “Hari Pemulihan Cahaya,” yaitu melambangkan berakhirnya masa kelam pendudukan Jepang di Semenanjung Korea.

Korea telah mengalami masa sulit selama pendudukan Jepang pada tahun 1910 hingga 1945.

Pada masa itu, rakyat Korea dipaksa menggunakan nama Jepang, bekerja sebagai buruh paksa, dan banyak yang direkrut menjadi tentara Jepang menjelang berakhirnya Perang Dunia II.

Di sisi lain, gerakan perlawanan rakyat terus berlangsung, salah satunya dalam peristiwa Samiljeol (Hari Gerakan 1 Maret 1919).

Dalam peristiwa itu, para tokoh nasionalis mendeklarasikan kemerdekaan meskipun perjuangannya baru berhasil 25 tahun kemudian.

Tanggal 15 Agustus 1945 menjadi momen bersejarah ketika Jepang menyerah kepada Sekutu pada Perang Dunia II. Peristiwa tersebut juga dikenal sebagai V-J Day (Victory over Japan Day). Kemudian pada tanggal 15 Agustus 1948, Republik Korea resmi berdiri.

Meskipun sering disebut sebagai “Hari Kemerdekaan Korea,” istilah “pemulihan” digunakan untuk menegaskan bahwa Korea telah menjadi bangsa merdeka selama ribuan tahun.

Sehingga, kemerdekaan ini adalah pengembalian kedaulatan, bukan pendirian negara baru.

Pada perayaan Gwangbokjeol, bendera nasional Korea (Taegeukgi) dikibarkan di gedung pemerintah, jalanan, hingga rumah-rumah warga.

Beberapa perusahaan besar termasuk Lotte Group juga turut merayakan. Bahkan perusahaan ini pernah memasang bendera raksasa di Lotte Tower.

Pemerintah pun mengadakan upacara resmi, menyanyikan lagu kebangsaan khusus hari ini, serta memberikan pengampunan khusus kepada narapidana.

Tempat bersejarah seperti Independence Hall of Korea di Cheonan dan Penjara Seodaemun di Seoul menjadi tujuan edukasi penting untuk mengenang perjuangan rakyat Korea.

Menariknya, Gwangbokjeol juga dirayakan di Korea Utara, meski dengan cara berbeda seperti parade militer. Perayaan ini menjadi salah satu momen yang diperingati secara bersamaan oleh kedua negara bagian Korea.

Hari Kemerdekaan Korea Selatan merupakan pengingat akan keteguhan rakyat Korea. Khususnya dalam memperjuangkan kebebasan dan kedaulatan untuk bangsanya. (Aya)

Baca juga: Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Jejak Panjang Menuju Hari Merdeka