Hasil Kebudayaan Pithecanthropus Soloensis yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pithecanthropus Soloensis adalah jenis manusia purba yang ditemukan di kawasan Blora, Jawa Tengah. Hasil kebudayaan Pithecanthropus Soloensis ada beragam, seperti kapak, belati, serta tombak.
Simanjuntak dalam Catatan Singkat tentang Alat-alat Tulang Ngandong menyebutkan bahwa mempunyai berbagai hasil kebudayaan yang dimanfaatkan untuk bertahan hidup dan mencari makanan. Umumnya, hasil kebudayaan tersebut berasal dari tulang-belulang maupun batu.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hasil kebudayaan Pithecanthropus Soloensis, simak selengkapnya dalam bacaan berikut.
Hasil Kebudayaan Pithecanthropus Soloensis
Pithecanthropus Soloensis adalah hominid atau manusia purba yang telah punah dan diperkirakan hidup pada zaman Batu Tua atau era Paleolitikum. Pada dasarnya, Pithecanthropus Soloensis adalah manusia purba yang ditemukan di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Blora, Jawa Tengah.
Nama "Soloensis" dalam manusia purba ini diambil berdasarkan tempat ditemukannya fosil Pithecanthropus Soloensis. Penemuan fosil ini dilakukan oleh tiga orang peneliti berkewarganegaraan Belanda, yakni Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, Oppenoorth, serta Ter Haar.
Ketiga peneliti tersebut tengah melakukan penelitian di kawasan Jawa Tengah tahun 1931-1933. Setelah itu, mereka berhasil menemukan berbagai fosil manusia prasejarah, termasuk Pithecanthropus Soloensis.
Berdasarkan penelitian lanjutan, Pithecanthropus Soloensis memiliki berbagai hasil kebudayaan yang digunakannya untuk berburu, mengasah, memotong, dan lainnya. Adapun sejumlah contoh hasil kebudayaan Pithecanthropus Soloensis adalah tombak, belati, dan kapak.
Hasil budaya Pithecanthropus Soloensis umumnya memanfaatkan hasil-hasil dari alam, seperti menggunakan tulang binatang, bebatuan rusak, maupun duri ikan pari.
Ciri Kehidupan Pithecanthropus Soloensis
Selain memiliki berbagai hasil kebudayaan yang menarik, ada sejumlah ciri kehidupan Pithecanthropus Soloensis, antara lain:
1. Membangun Kebudayaan Ngandong
Salah satu ciri kehidupan Pithecanthropus Soloensis adalah membangun kebudayaan Ngandong. Sistem kebudayaan ini juga dibangun dengan manusia purba jenis Homo Wajakensis. Kebudayaan Ngandong ini mempunyai karakteristik berupa pembuatannya dari bahan-bahan dari alam.
2. Hidup Berkelompok
Ciri kehidupan Pithecanthropus Soloensis selanjutnya adalah hidup secara berkelompok. Jadi, manusia purba ini hidup dalam suatu keluarga dengan prinsip komunal. Bahkan, mereka juga telah mengenal sistem pembagian kerja yang sederhana.
Demikian informasi mengenai hasil kebudayaan Pithecanthropus Soloensis dan ciri kehidupannya. [ENF]
