Konten dari Pengguna

Hasil Perundingan Perjanjian Linggarjati dan Sejarahnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hasil perundingan perjanjian linggarjati. Sumber: Pixabay/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hasil perundingan perjanjian linggarjati. Sumber: Pixabay/pexels.com

Perjanjian Linggarjati adalah suatu perundingan antara Belanda dan Indonesia yang membahas mengenai status kemerdekaan Indonesia. Adapun salah satu hasil perundingan Perjanjian Linggarjati adalah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto.

Menurut Sari, Syah, dan Basri dalam artikelnya bertajuk Tinjauan Historis Implementasi Isi Perjanjian Linggarjati Indonesia dan Belanda Tahun 1946-1947, Perjanjian Linggarjati adalah cara Indonesia untuk memperoleh pengakuan kemerdekaan dari Belanda.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hasil perundingan Perjanjian Linggarjati, simak artikel berikut ini.

Sejarah Perjanjian Linggarjati

Ilustrasi perjanjian linggarjati. Sumber: Pixabay/pexels.com

Sebelum membahas lebih lanjut seputar hasil perundingan Perjanjian Linggarjati, sebaiknya cari tahu terlebih dulu sejarahnya.

Perjanjian Linggarjati adalah suatu upaya Indonesia untuk memperoleh pengakuan kemerdekaan dari pemerintah Belanda. Sebelum pelaksanaan Perjanjian Linggarjati, sebenarnya telah dilakukan perundingan beberapa kali di Jakarta maupun di Belanda. Hal ini adalah bentuk diplomasi Indonesia demi memperoleh pengakuan kemerdekaan.

Selanjutnya, pada tanggal 14 Oktober 1945, Presiden Soekarno bertemu dengan Van Mook dari Belanda. Dirinya mengungkapkan bahwa NICA atau Netherlands Indies Civil Administration mengungkapkan ketersediaan untuk membangun hubungan ketatanegaraan.

Hal itu berhubungan dengan berlangsungnya perundingan pada 1 Oktober 1945 bahwa pihak Inggris yang diwakili oleh Christison mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto. Hasil tersebut juga yang melancarkan masuknya Sekutu ke Indonesia.

Alhasil, Indonesia mengeluarkan maklumat politik pada 1 November 1945 yang berisi mengenai keinginan untuk diakui kemerdekaannya oleh negara lain, termasuk Inggris dan Belanda.

Setelah melalui perundingan panjang, akhirnya Perjanjian Linggarjati terjadi pada 11-15 November 1946 di Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir, sementara perwakilan dari Belanda adalah Prof. Schermerhorn. Adapun penengahnya berasal dari Inggris yang diwakili oleh Lord Kllearn.

Namun, hasil Perjanjian Linggarjati baru ditandatangani di Istana Riswijk (Istana Merdeka), Jakarta pada 25 Maret 1946.

Hasil Perundingan Perjanjian Linggarjati

Adapun hasil perundingan Perjanjian Linggarjati yang telah ditandatangani adalah:

  1. Belanda mengakui eksistensi Negara Republik Indonesia yang terdiri dari Sumatra, Jawa, dan Madura secara de facto.

  2. Republik Indonesia (RI) beserta Belanda akan bekerja sama untuk membentuk Negara Indonesia Serikat, di mana salah satu negara bagiannya, yaitu RI.

  3. Republik Indonesia Serikat beserta Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.

Demikian penjelasan mengenai sejarah dan hasil perundingan Perjanjian Linggarjati. [ENF]