Konten dari Pengguna

Historiografi Tradisional Mulai Berkembang pada Masa Apa? Inilah Penjelasannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi historiografi tradisional mulai berkembang (Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi historiografi tradisional mulai berkembang (Pixabay)

Historiografi adalah studi tentang bagaimana sejarah ditulis, diinterpretasikan, dan disampaikan kepada generasi berikutnya. Hal ini melahirkan sebuah pertanyaan mengenai historiografi tradisional mulai berkembang pada masa apa?

Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkapnya, simak artikel ini.

Perkembangan Historiografi Tradisional di Indonesia

Ilustrasi historiografi tradisional mulai berkembang (pixabay)

Sebagai cabang dari historiografi, historiografi tradisional telah berkembang selama berabad-abad di berbagai peradaban di dunia.

Umumnya, fokus utama historiografi tradisional adalah pada peristiwa politik, kepemimpinan, dan perang di mana menekankan kronologi yang menggambarkan perjalanan suatu peradaban atau kerajaan.

Dalam artikel ini, akan diulas perkembangan historiografi tradisional pada masa-masa penting dalam sejarah Indonesia:

1. Karakteristik Historiografi Tradisional

Fajriudin dalam buku Historiografi Islam menjelaskan karakteristik historiografi tradisional apabila dibaca isinya sangat subjektif di mana begitu menyanjung-nyanjung sang raja dan keluarga keraton/istana serta penulisannya dicampur aduk dengan mitos dan legenda.

2. Mulai Berkembang pada Masa Kerajaan Hindu-Budha

Perkembangan historiografi tradisional pertama kali terlihat pada masa kerajaan Hindu-Budha di Asia Tenggara, terutama di wilayah India dan Indonesia.

Pada periode ini, penulisan sejarah terutama dilakukan dalam bentuk sastra klasik, seperti epik, puisi, dan naskah-naskah religius. Contohnya adalah Kitab Pararaton, Kitab Negarakertagama, dan lainnya.

3. Perkembangan Historiografi Tradisional pada Masa Kerajaan Islam

Perkembangan historiografi tradisional pada masa kerajaan Islam di Indonesia memiliki ciri khas yang unik dan dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam serta budaya lokal yang ada dalam penulisan sejarahnya.

Karya-karya, seperti "Sejarah Melayu", "Babad Tanah Jawi", dan "Hikayat Banjar" menjadi bukti penting perkembangan historiografi tradisional di masa ini.

4. Perkembangan Historiografi Tradisional pada Masa Kolonial

Pada masa kolonial, historiografi tradisional mengalami pengaruh dari penjajah Eropa. Sejarah yang ditulis oleh para penjajah cenderung menggambarkan keunggulan mereka dan mengabaikan perspektif lokal.

Namun, pada saat yang sama, historiografi tradisional juga terus berkembang di kalangan masyarakat pribumi dan kelompok-kelompok yang terpinggirkan.

Historiografi tradisional mulai berkembang pada masa kerajaan Hindu-Budha dan terus berkembang selama berabad-abad melalui pengaruh agama, politik, dan perubahan sosial di Nusantara.

Dalam mengkaji historiografi tradisional, penting untuk mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan politik di mana sejarah ditulis.