Konten dari Pengguna

Hubungan antara Sila Kelima Pancasila dan Pembukaan UUD 1945

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sila Kelima Pancasila Diambil dari Isi Pokok Pikiran. Sumber: Unsplash.com/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sila Kelima Pancasila Diambil dari Isi Pokok Pikiran. Sumber: Unsplash.com/Mufid Majnun

Sila kelima Pancasila diambil dari isi pokok pikiran kedua Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Bunyi sila kelima yang terdapat dalam Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Setia warga negara Indonesia sudah sepatutnya menerapkan sila tersebut guna mewujudkan peran Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Contoh penerapan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari adalah tidak melakukan diskriminasi.

Sila Kelima Pancasila Diambil dari Isi Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Ilustrasi Sila Kelima Pancasila Diambil dari Isi Pokok Pikiran. Sumber: Unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pandangan hidup bangsa. Setiap sila dalam Pancasila mempunyai nilai-nilai penting bagi bangsa Indonesia, termasuk sila kelima.

Mengutip dari buku BPSC Modul PPKn SD/MI Kelas VI, Sukamti (2021: 3), sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” mengandung nilai-nilai keadilan, antara lain:

  • Mewujudkan tata masyarakat Indonesia yang adil serta makmur.

  • Mengembangkan perbuatan luhur yang menggambarkan sikap dan suasana kekeluargaan serta gotong royong.

  • Menghargai hasil karya orang lain yang mempunyai manfaat bagi kemajuan serta kesejahteraan bersama.

Sila kelima Pancasila diambil dari isi pokok pikiran kedua Pembukaan Undang-Undang Tahun 1945 atau yang biasa disebut sebagai Pembukaan UUD 1945. Isi dari alinea kedua Pembukaan UUD 1945, yaitu:

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Berdasarkan pemaparan di atas, jelas bahwa sudah sepatutnya banga Indonesia menerapkan sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Cara menerapkannya pun beragam, salah satu contoh adalah menghindari perbuatan diskriminasi.

Contoh Penerapan Sila Kelima Pancasila dalam Kehidupan

Ilustrasi Sila Kelima Pancasila Diambil dari Isi Pokok Pikiran. Sumber: Unsplash.com/Hannah Busing

Contoh penerapan sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Mengutamakan keadilan dalam memberi hak serta tanggung jawab, baik itu di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, maupun kerja.

  • Tidak melakukan diskriminasi terhadap setiap orang, baik itu yang memiliki perbedaan ras, agama, suku, budaya, pemikiran, maupun perbedaan lainnya.

  • Menghormati hak setiap orang sebagai sesama warga negara Indonesia.

  • Saling tolong-menolong dengan sesama bangsa Indonesia secara adil, tanpa perbuatan diskriminasi.

  • Menghindari tindakan tercela yang merugikan orang lain dan merampas keadilannya.

Demikian jelas bahwa sila kelima Pancasila diambil dari isi pokok pikiran kedua Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Setiap warga negara Indonesia sudah sepatutnya untuk menerapkan setiap nilai kebaikan yang terdapat dalam Pancasila. (AA)