Konten dari Pengguna

Hubungan Hak dan Kewajiban beserta Penerapannya dalam Hidup

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hubungan Hak dan Kewajiban. Sumber: Unsplash.com/Eduardo Barrios
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hubungan Hak dan Kewajiban. Sumber: Unsplash.com/Eduardo Barrios

Hak dan kewajiban merupakan dua hal yang selalu muncul secara beriringan dalam hidup. Kondisi tersebut dapat terjadi karena hubungan hak dan kewajiban adalah sebab akibat.

Salah satu contoh, yaitu setiap anak memiliki hak untuk mendapat pendidikan yang layak. Ketika seorang anak mendapatkan pendidikan berupa sekolah dan menjadi siswa, anak tersebut memiliki kewajiban untuk menaati tata tertib sekolah.

Hubungan Hak dan Kewajiban

Ilustrasi Hubungan Hak dan Kewajiban. Sumber: Unsplash.com/Tobias Mrzyk

Hak dan kewajiban merupakan dua konsep yang perlu setiap manusia ketahui dalam menjalani hidup. Secara singkat, hak memiliki makna sebagai sesuatu yang berhak untuk diterima, sedangkan kewajiban memiliki makna sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan.

Mengutip dari laman KBBI VI Daring, kbbi.kemdikbud.go.id, berikut adalah arti hak dan kewajiban menurut bahasa Indonesia.

  • Hak adalah kekuasaan untuk berbuat sesuatu karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan sebagainya. Selain itu, hak juga memiliki arti sebagai kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu.

  • Kewajiban adalah sesuatu yang diwajibkan atau sesuatu yang harus dilaksanakan. Selain itu, kewajiban juga memiliki arti sebagai pekerjaan atau tugas.

Hak dan kewajiban dalam kehidupan manusia selalu muncul secara beriringan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena hak dan kewajiban memiliki hubungan antara satu sama lain.

Mengutip dari buku E-Modul Pendidikan dan Kewarganegaraan karya Budiati (2019: 15), hak dan kewajiban memiliki hubungan kausalitas atau hubungan sebab akibat.

Hubungan hak dan kewajiban tersebut termasuk kausalitas karena seseorang akan mendapatkan hak ketika dirinya telah memenuhi kewajiban yang dimiliki. Contohnya, seorang siswa mendapatkan penilaian setelah melaksanakan ujian tulis.

Penerapan Hak dan Kewajiban dalam Hidup

Ilustrasi Hubungan Hak dan Kewajiban. Sumber: Unsplash.com/Matt Silveira

Selama hidupnya, manusia akan selalu berhadapan dengan hak dan kewajiban. Hal itu dapat terjadi karena setiap manusia memiliki hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang berhak untuk diterima.

Beberapa contoh penerapan hak dan kewajiban dalam hidup, yaitu:

  1. Manusia sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa memiliki kewajiban untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Seiring dengan kewajiban tersebut, manusia sebagai individu memiliki hak untuk memilih agama sesuai dengan keyakinannya.

  2. Seorang siswa memiliki kewajiban untuk melaksanakan ujian sekolah. Setelah melaksanakan ujian sekolah, siswa memiliki hak untuk menerima hasil ujian dalam bentuk nilai atau rapor dari sekolah.

  3. Seorang pekerja memiliki kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaannya. Setelah pekerjaannya selesai, pekerja memiliki hak untuk memperoleh upah atau gaji dari pihak yang mempekerjakannya.

Setelah menyimak ulasan di atas, jelas bahwa hubungan hak dan kewajiban adalah sebab akibat atau kausalitas. Hak dan kewajiban selalu muncul secara beriringan karena berkaitan dengan sesuatu yang harus dilakukan dan sesuatu yang berhak didapatkan. (AA)