Ilmuwan Muslim Masa Abbasiyah yang Patut Diteladani

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmuwan muslim Masa Abbasiyah terbagi menjadi mereka yang berfokus pada ilmu keislaman dan ilmu umum. Meskipun demikian, semuanya memiliki andil dalam perkembangan keilmuan selanjutnya.
Artikel berikut ini akan menjabarkan tentang ilmuwan muslim Masa Abbasiyah yang patut diteladani.
Ilmuwan Muslim Masa Abbasiyah
Dalam sebuah jurnal berjudul Meneladani Ilmuwan Muslim pada Masa Abbasiyah, dijelaskan bahwa dinasti Abbasiyah adalah salah satu dinasti besar yang pernah memimpin kekhilafahan Islam.
Dinasti ini berkuasa pada selama 500 tahun sejak 750 M hingga 1258 M dengan ibu kota pemerintahan terletak di kota Baghdad. Bani Abbasiyah sendiri merupakan keturunan dari Abbas bin Abdul Muthalib yang merupakan paman termuda Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan pendiri dinasti Abbasiyah adalah anak dari cicit Abbas bin Abdul Muthalib yang bernama Abu al-Abbas Abdullah. Ia diangkat menjadi khalifah setelah berhasil memimpin pemberontakan terhadap kekhalifahan dinasti Bani Umayah.
Masa Abbasiyah mencapai puncak kejayaan dengan tumbuhnya berbagai ilmu pengetahuan sekaligus menjadi pondasi utama perkembangan ilmu pengetahuan setelahnya.
Ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu dibagi menjadi dua, yaitu ilmu keislaman dan umum. Berikut pembahasan lebih lanjut tentang ilmu keislaman dan ilmuwan yang berpengaruh.
Ilmu kalam: ilmu yang mempelajari tentang Tuhan beserta segala aspeknya. Ilmuwannya adalah Abu Hasan al-Ays’ary dan Abd al-Manshur al-Maturidi.
Ilmu fikih: ilmu yang mempelajari tentang segi formal peribadatan dan hukum. Ilmuwannya adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hambali.
Ilmu tasawuf: ilmu yang mendalami segi penghayatan dan pengamatan keagamaan yang bersifat pribadi. Ilmuwannya adalah Dzu al-Nun al-Mishri, Sirri al-Saqati, Abu Yazid al-Bustami, Junaid al-Baghdadi, Abu Said al-Kharraj, dan Mansur al-Hallaj.
Ilmu hadis: ilmu yang mempelajari tentang kaidah untuk mengetahui suatu hadis, apakah diterima atau tidak. Ilmuwannya adalah Imam al-Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’i, Imam Abu Dawud, Imam at-Tarmizi, dan Imam Ibnu Majah.
Ilmu tafsir: ilmu yang dikembangkan untuk memahami isi kandungan Al-Quran. Ilmuwannya adalah Ibnu Jarir atau ath-Thabari.
Selanjutnya, berikut adalah beberapa tokoh ilmuwan umum yang masih sangat berpengaruh hingga saat ini, antara lain:
Al- Khawarizmi, merupakan ilmuwan matematika, astronomi, astrologi, dan geografi.
Jabir Ibnu Hayyan, merupakan ilmuwan kimia, ilmu bumi, astrologi, astronomi, fisika, dan obat-obatan.
Al Kindi, merupakan ilmuwan obat-obatan, matematika, astrologi, musik, dan optik.
Al-Farabi, merupakan ilmuwan logika, matematika, ilmu alam, ilmu politik, dan musik.
Al-Biruni, merupakan ilmuwan astronomi, fisika, farmasi, matematika, dan geodesi.
Ibnu Sina, merupakan ilmuwan kedokteran.
Al-Ghazali, merupakan ilmuwan kedokteran, psikologi, hukum, dan tasawuf.
Ibnu Rusyd, merupakan ilmuwan kedokteran dan hukum.
Demikian adalah berbagai ilmuwan muslim Masa Abbasiyah yang patut diteladani. (SP)
