Konten dari Pengguna

Inilah Pengertian dan Contoh Etnosentrisme yang Penting Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh etnosentrisme. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh etnosentrisme. Foto: Pixabay

Etnosentrisme merupakan salah satu istilah yang kerap dipakai dalam lingkungan sosial dan berpotensi memicu konflik. Penyebabnya tidak lain karena etnosentrisme ini adalah sikap atau tindakan yang cenderung merendahkan budaya lain.

Para pelakunya juga beranggapan bahwa budayanya lebih tinggi atau unggul dari yang lain. Perilaku tidak menghargai masyarakat serta budaya yang berbeda ini termasuk salah satu sumber perpecahan antar kelompok.

Mari simak beberapa pengertian serta contoh etnosentrisme yang kerap dijumpai dalam keseharian.

Pengertian beserta Contoh Etnosentrisme

Ilustrasi contoh etnosentrisme. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku Psikologi Sosial oleh Abu Ahmadi, sikap etnosentrisme bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti perbedaan keadaan lingkungan (geografis), fisik, status sosial, keyakinan, serta norma sosial yang berlaku.

Munculnya perilaku etnosentrisme dalam diri individu juga dikarenakan kecenderungan manusia yang senantiasa membandingkan kebudayaan sendiri dengan kebudayaan lain. Akan tetapi, sikap ini adalah naluri alami manusia sebagai makhluk sosial.

Untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak berbagai pengertian serta contoh etnosentrisme berikut ini.

1. Pengertian Etnosentrisme

  • Dalam The Oxford Bibliography, etnosentrisme disebut sebagai istilah dalam budaya maupun kelompok etnis saat orang melihat dunia dari kacamata kelompoknya.

  • Menurut kamus bahasa Indonesia, etnosentrisme adalah cara pandang yang bersumber dari suatu masyarakat atau budaya.

  • Menurut Poerwanti, etnosentrisme merupakan pandangan bahwa kelompok sendiri adalah pusat dari segalanya dan kelompok lain dinilai dari standar kelompok sendiri.

  • Menurut Dayakisni dan Yuniardi, etnosentrisme adalah sikap melihat maupun meninterpretasikan individu atau kelompok lain berdasarkan nilai-nilai yang terdapat dalam budaya sendiri.

  • Menurut Coleman dan Cressey, seorang etnosentris disebut sebagai individu dari kelompok etnis yang mempunyai kecenderungan melihat budaya sendiri sebagai yang paling tinggi dibanding budaya lainnya.

2. Contoh Sikap Etnosentrisme

  • Mengejek, menghindari, atau melakukan perundungan kepada teman dari daerah lain dikarenakan tampilan fisiknya yang berbeda dari mayoritas orang di suatu lingkungan.

  • Memandang suku lain lebih rendah. Sebagai contoh, suku B yang terbiasa berucap dengan nada lembut dinilai lebih sopan dari suku C yang memang terbiasa berkata lantang.

  • Kerusuhan di Sampit Tengah yang dipicu ketegangan antara suku Dayak dan Madura.

  • Pemakaian koteka yang lumrah bagi lelaki dewasa di Papua, dinilai tidak sopan oleh kelompok tertentu.

  • Carok di Madura yang merupakan ritual pemulihan harga diri yang telah diinjak-injak orang lain dengan melakukan percobaan pembunuhan, disebut sangat brutal oleh suku atau kelompok di luar wilayah Madura.

Itulah pengertian dan contoh etnosentrisme. Perilaku ini sebaiknya dihindari sebab bisa menimbulkan berbagai dampak negatif seperti kesulitan melakukan penyesuaian budaya dan memicu terjadinya konflik sosial. (DN)